Di Antara Dua Musim

Indra Afriza Arsad
Chapter #16

RANCANGAN KATA-KATA

Hari-hari setelah pertemuan kikuk itu, Egi mulai mengenal pola: Raya datang hampir setiap sore ke Kopitaloka, membawa laptop dan setumpuk buku, lalu duduk di pojok favoritnya.

Kadang ia hanya mengetik, kadang membaca, kadang diam berlama-lama sambil menatap kosong ke jendela, seolah berbicara dengan sesuatu yang tak kasat mata.

Suatu sore yang teduh, saat Egi sedang membersihkan meja di dekat pojok itu, ia mendengar suara Raya.

"Egi, kamu suka baca?"

Egi menoleh, sedikit terkejut. "Suka... walau lebih banyak baca artikel tugas, sih."

Raya tertawa kecil. "Kalau mau, boleh kok rekomendasiin buku di rak sana."

Egi berpikir sejenak, lalu mengambil sebuah novel lokal yang sampulnya lusuh tapi hangat. Ia menyerahkannya dengan ragu.

Lihat selengkapnya