Jakarta jam delapan pagi itu rasanya kayak oven raksasa yang bocor. Panas, lengket, dan penuh sama klakson kendaraan yang saling bersahutan di sepanjang jalan Jenderal Sudirman. Tapi di dalam mobil taksi online yang ditumpangi Ilman, suasananya berbanding terbalik. AC mobil berembus dengan begitu dingin, ditambah aroma parfum mobil rasa kopi yang bikin Ilman makin merasa gugup.
Ilman menunduk, melihat penampilannya sendiri di pantulan kaca jendela mobil. Kemeja putihnya yang disetrika rapi terbungkus jas abu-abu gelap yang pas banget di badannya. Sepatu kulit barunya terasa agak kaku di kaki, bikin dia merasa kayak orang lain. Dia terbiasa pakai sepatu gunung atau sneakers buluk yang enak buat dipake lari kalau dikejar massa pas liputan demo. Penampilan borjuis kayak gini malah bikin dia merasa risih.
"Sudah sampai, Mas. Gedung Capital Towers yang ini kan?" suara sopir taksi membuyarkan lamunan Ilman.
"Oh, iya Pak. Makasih ya," sahut Ilman, suaranya diusahakan se-casual mungkin.
Begitu turun dari mobil, hawa panas Jakarta langsung menyergap wajahnya, berbaur dengan aroma asap knalpot. Di depannya, gedung Capital Towers menjulang tinggi dengan dinding-dinding kaca kebiruan yang memantulkan cahaya matahari pagi dengan angkuh. Di lantai lima belas gedung inilah kantor pusat Apex Coal Technologies berada.