Ruang tunggu eksekutif Apex Coal Technologies didesain dengan selera interior yang nggak main-main. Dindingnya dilapisi panel kayu walnut gelap yang memancarkan aroma maskulin yang mahal, berbaur dengan wangi diffuser aroma white tea yang menenangkan. Ilman duduk di atas single sofa kulit warna hitam dengan struktur minimalis. Di depannya, ada meja kaca rendah yang menyajikan beberapa majalah bisnis internasional dan sebuah cangkir porselen berisi single-origin coffee yang disajikan hangat oleh pantry staff beberapa menit lalu.
Ilman menyesap kopinya pelan, membiarkan rasa pahit-asam khas Arabica singgah di lidahnya, sementara matanya berpura-pura sibuk menatap layar gawai. Padahal, secara subtle, dia lagi mengamati pantulan bayangan dirinya di meja kaca. Jas abu-abu gelap dari tim legal R-News ini untungnya punya cutting yang perfect, menyembunyikan postur tubuhnya yang sebenarnya agak terlalu tegap untuk ukuran seorang desk auditor yang biasanya kurang gerak.
"Pak Raden Ilman? Silakan, jajaran direksi sudah ready di dalam," suara interkom dari meja sekretaris membuyarkan fokusnya. Seorang wanita muda dengan blus formal warna krem memberikan gesture tangan, mempersilakan Ilman melangkah menuju pintu ganda berbahan kaca buram di ujung koridor.
Ilman berdiri, mengancingkan satu kancing jasnya sesuai etiket korporat yang dia pelajari semalam, lalu melangkah masuk.