Di Balik Headline Investigasi

Azerhays
Chapter #5

Bab 5: Gesekan Idealisme

"Kami menyambut baik rencana follow-up investment dari pihak Raja Media Group, Pak Ilman. Tapi, seperti yang sudah disepakati di preliminary meeting bulan lalu, proses due diligence dari tim Anda seharusnya fokus pada quarterly revenue, bukan mengaduk-aduk raw data dari operasional lapangan di Kalimantan," suara Indira terdengar renyah namun tegas, bergema di ruang rapat yang kedap suara itu.

Rapat baru berjalan tiga puluh menit, tapi Ilman sudah bisa merasakan kalau Indira adalah obstacle terbesar dalam misinya. Wanita berusia dua puluh tujuh tahun ini lulusan Economics and Business dari salah satu universitas Ivy League di Inggris, dan dia jelas bukan pajangan di perusahaan ini. Mindset-nya sangat taktis. Setiap argumen yang dikeluarkan Ilman langsung didebat dengan data compliance dan regulasi korporat yang solid.

Ilman memutar pulpennya pelan di atas meja marmer, sebuah kebiasaan kecil yang dia lakukan kalau lagi berpikir keras di bawah tekanan. "Saya paham concern Anda, Ibu Indira. Tapi sebagai investor, pihak kami perlu memastikan bahwa sustainability risk dari Apex Coal ini benar-benar minim. Kami melihat ada sedikit ketidakselarasan antara laporan penggunaan lahan adat di area konsesi luar dengan alokasi corporate social responsibility yang kalian klaim. Kami hanya butuh transparency, itu saja."

Indira terdiam sesaat. Ilman memperhatikan ada gerakan mikro dari jemari Indira yang mendadak meremas pulpen Montblanc-nya sedikit lebih erat. Ada kilatan kecemasan yang melintas cepat di mata wanita itu sebelum dia kembali memasang topeng tenangnya.

Lihat selengkapnya