Di Balik Headline Investigasi

Azerhays
Chapter #7

Bab 7: Sinyal Bahaya

Hari kelima penyamaran Ilman di kantor Apex Coal Technologies berjalan jauh lebih sunyi. Dia diberikan sebuah ruangan kerja sementara berukuran kecil dengan dinding kaca buram di area corporate planning. Tugasnya 'berpura-pura' meninjau laporan keuangan berjalan lancar, namun fokus utamanya adalah memetakan jam kerja dan pergerakan para petinggi kantor, terutama di lantai eksekutif.

Jam sudah menunjukkan pukul lima sore. Sebagian besar karyawan back office sudah mulai bersiap untuk clock out. Suasana koridor lantai lima belas mulai lengang.

Ilman berjalan keluar dari ruangannya, membawa beberapa lembar dokumen kosong dalam map jepit sebagai alasan jika ada yang menegurnya. Langkah kakinya yang terbungkus sepatu pantofel kulit sengaja dibuat seringan mungkin, melangkah menuju lorong sepi di dekat ruang arsip digital utama dan kubikel sekretariat direksi yang sudah kosong.

Dia tahu, ada satu komputer server lokal di kubikel sekretaris utama yang sering digunakan untuk input data perizinan wilayah tambang baru. Jika dia bisa menancapkan flashdisk khusus dari tim IT R-News yang sudah dilengkapi malware penyalin data otomatis, setengah dari pekerjaannya akan selesai tanpa perlu berdebat dengan Indira di ruang rapat.

Suasana koridor benar-benar sepi. Hanya terdengar dengung halus dari mesin fotokopi besar di sudut lorong. Ilman mendekati meja sekretaris yang kosong, berpura-pura memeriksa dokumen di tangannya sambil matanya memantau situasi sekitar. Dengan gerakan cepat dan terlatih, dia merogoh saku jasnya, mengeluarkan flashdisk hitam kecil, dan membungkuk sedikit untuk menjangkaunya ke port USB di belakang CPU komputer yang menyala.

Klik. Indikator lampu flashdisk mulai berkedip merah, menandakan proses penyalinan data rahasia sedang berjalan. Jantung Ilman berdegup dua kali lebih cepat. Lima puluh detik. Dia hanya butuh waktu kurang dari semenit.

Lihat selengkapnya