Melakukan gerakan bawah tanah di dalam kantor sebesar Apex Coal Technologies membutuhkan micro-management yang sangat rapi. Selama satu minggu berikutnya, Ilman dan Indira berpura-pura tetap berada dalam hubungan profesional yang dingin di depan jajaran direksi. Mereka berdebat sengit di ruang rapat tentang budgeting dan investment return untuk meyakinkan orang-orang luar bahwa tidak ada yang berubah di antara sang 'auditor' dan 'direktur'.
Namun, di balik layar, mereka bergerak seperti dua agen yang terkoordinasi. Kontak fisik dan emosional yang terjadi setiap sore setelah jam kantor mulai mengubah dinamika hubungan mereka.
Sore itu, hujan deras mengguyur Jakarta, menyisakan hawa dingin yang menusuk di dalam ruang arsip manual lantai empat belas yang pengap dan jarang dikunjungi karyawan. Ruangan itu penuh dengan tumpukan ordner-ordner tebal berisi dokumen fisik tahun-tahun lama yang belum didigitalisasi.
"Ini draf laporan manifes tahun 2024," bisik Indira sambil menyerahkan sebuah map tebal yang berdebu kepada Ilman. Mereka berdua sedang berjongkok di celah sempit di antara dua rak besi besar, hanya diterangi oleh lampu senter dari gawai milik Ilman.