Di Balik Headline Investigasi

Azerhays
Chapter #15

Bab 15: Percikan Rasa di Kedai Kopi

"Kita nggak bisa ngobrol di area Sudirman lagi, Ra. Orang-orangnya Frans ada di mana-mana," bisik Ilman malam itu.

Dia sengaja membawa Indira keluar jauh dari zona nyamannya di kawasan perkantoran elit, berpindah ke sebuah kedai kopi kecil yang tersembunyi di dalam gang sempit daerah Melawai, Blok M. Tempat itu sederhana banget; lantainya cuma semen ekspos, mejanya dari kayu pinus murah, dan musik yang diputar adalah lagu-lagu indie lokal dari pemutar piringan hitam tua di sudut ruangan. Jauh dari kemewahan executive lounge yang biasa Indira datangi.

Indira duduk di bangku kayu kecil, mengenakan hoodie rajut longgar warna abu-abu untuk menutupi pakaian formalnya. Di depannya tersaji secangkir kopi susu gula aren dalam gelas kaca tebal. Dia kelihatan sangat kontras dengan suasana kedai, tapi di sini, wajahnya terlihat jauh lebih rileks.

"Frans sudah mulai curiga, Man," kata Indira pelan, tangannya melingkari gelas kopi yang hangat untuk mengusir dinginnya angin malam Jakarta yang mulai masuk dari jendela terbuka. "Dia secara spesifik menyebut namamu dan... dia membawa-bawa nama Papaku sebagai ancaman."

Lihat selengkapnya