Di Balik Headline Investigasi

Azerhays
Chapter #19

Bab 19: Menemukan Bukti Pamungkas

Penolakan emosional di rooftop gedung parkir malam itu tidak membuat aliansi taktis mereka goyah. Justru, rasa bahaya yang semakin mendekat membuat Ilman dan Indira sepakat untuk mempercepat timeline operasi mereka. Ini adalah malam penentuan. Jam digital di pergelangan tangan Ilman menunjukkan pukul delapan malam lewat lima belas menit ketika suasana kantor pusat Apex Coal Technologies sudah benar-benar sepi. Sebagian besar lampu di kubikel staf sudah dimatikan, menyisakan lampu koridor utama yang temaram.

Indira menggunakan kartu akses clearance tertingginya untuk membawa Ilman masuk kembali ke lantai lima belas tanpa memicu kecurigaan dari petugas keamanan di lobi bawah. Mereka melangkah cepat menembus lorong sunyi menuju ruang kerja utama milik Chief Compliance Officer, Frans Tumbelaka.

"Frans malam ini menghadiri pertemuan tertutup di luar kota bersama asosiasi pengusaha tambang. Ini satu-satunya kesempatan kita untuk mengakses komputer utamanya," bisik Indira sambil menempelkan kartu aksesnya pada panel digital di pintu ruang kerja Frans.

Bip. Lampu indikator berubah hijau dan pintu kaca tebal itu terbuka dengan suara desisan halus.

Di dalam ruangan Frans yang beraroma cerutu pekat, Ilman langsung bergerak cepat menuju meja kerja besar dari kayu mahoni hitam. Dia menyalakan komputer server pribadi Frans yang untungnya kata sandinya sudah berhasil didapatkan Indira dari catatan rahasia sekretariat. Jemari Ilman bergerak taktis di atas keyboard, memasukkan flashdisk hitam terenkripsi milik tim R-News ke dalam port CPU.

Lihat selengkapnya