Aroma pengap dari dinding beton yang lembap memenuhi ruang bawah tanah gedung safe house milik R-News di pinggiran Jakarta Barat. Di ruangan berukuran empat kali empat meter itu, hanya ada satu sofa panjang yang busanya sudah kempes, sebuah meja kayu bundar, dan sebuah televisi tabung kecil yang menyala tanpa suara, menampilkan tayangan ulang konferensi pers dari Kejaksaan Agung.
Ilman duduk di lantai, bersandar pada kaki sofa dengan segelas kopi hitam dingin yang sudah dikerubuti semut kecil di atas meja. Di atas sofa, Indira berbaring dengan posisi meringkuk, menyembunyikan wajahnya di balik selimut wol tebal milik kantor redaksi. Gaun satin navy blue yang ia kenakan saat Annual Dinner dua hari lalu kini sudah tampak kusut dan ternoda debu, menjadi saksi bisu kejatuhan instan dunianya yang megah.
"Frans Tumbelaka resmi ditahan pagi ini, Ra," kata Ilman pelan, suaranya terdengar serak karena kurang tidur. Matanya tetap tertuju pada layar televisi yang menampilkan siluet Frans yang mengenakan rompi tahanan berwarna oranye, dikawal ketat oleh petugas kejaksaan melewati kerumunan wartawan.