"Man, lu harus lihat berkas baru yang dikirim sama informan kita di PPATK. Ini bukan lagi soal batu bara di Kalimantan," suara Mas Joko memecah keheningan ruang riset digital R-News lantai tujuh pada jam dua siang keesokan harinya. Joko melemparkan sebuah map dokumen tebal bersampul kuning kunyit ke atas meja kerja Ilman dengan ekspresi wajah yang sangat serius.
Ilman yang baru saja kembali dari safe house untuk mandi dan bertukar pakaian, langsung mengernyitkan dahi. Dia membuka map tersebut, membalik halaman demi halaman dokumen yang berisi riwayat transaksi rekening cangkang (shell companies) yang berbasis di negara tax haven Kepulauan Virgin Britania.
Matanya melebar ketika melihat nama penerima manfaat akhir (ultimate beneficial owner) dari aliran dana tersebut. Bukan nama Frans Tumbelaka, bukan pula nama petinggi Apex Coal.
"Bambang Adiputra," baca Ilman dengan suara tertahan, jantungnya mendadak berdegup dua kali lebih cepat.