Di Balik Headline Investigasi

Azerhays
Chapter #27

Bab 27: Pernikahan Tanpa Restu

Suara deru mesin pendingin ruangan yang sudah tua berbunyi konstan di dalam ruangan kantor KUA (Kantor Urusan Agama) di salah satu sudut pinggiran Jakarta Selatan. Ruangan itu sederhana sekali; dindingnya dicat warna hijau telur asin yang sudah agak mengelupas di beberapa sisi, dengan meja kayu jati tua tempat berkas-berkas administrasi pernikahan ditumpuk rapi. Jauh dari bayangan sebuah pesta pernikahan megah di ballroom hotel bintang lima dengan ribuan undangan kelas atas.

Pagi itu, jam menunjukkan pukul sembilan. Ilman duduk dengan tegap di depan meja penghulu. Dia mengenakan kemeja putih polos yang disetrika sangat rapi dipadukan dengan celana kain hitam formal, tapi tanpa jas premium dari wardrobe milik R-News, tanpa jam tangan mewah palsunya. Dia kembali menjadi Ilman Sudarso yang asli, anak rantau dari daerah yang jujur.

Di sampingnya, Indira duduk dengan sangat anggun mengenakan kebaya putih brokat sederhana tanpa payet berlebih, dengan rambut yang disanggul minimalis. Wajahnya yang tanpa riasan tebal justru memancarkan kecantikan yang sangat alami dan tenang.

Di kursi saksi, hanya ada Pak Baskoro yang mengenakan batik resmi dan Mas Joko yang sibuk memegang kamera saku untuk mengabadikan momen tersebut. Tidak ada satu pun perwakilan dari keluarga besar Adiputra yang hadir. Kursi wali hakim diisi oleh perwakilan dari pihak KUA karena ayah Indira berada di dalam sel tahanan dan menolak memberikan restu secara tertulis akibat rasa gengsi yang tersisa.

Lihat selengkapnya