Di Balik Headline Investigasi

Azerhays
Chapter #29

Epilog: Menjemput Angan di Langit Baru

Beberapa minggu berlalu. Cahaya lampu jalanan pinggiran Tangerang mulai menyala satu per satu seiring dengan langit senja yang berubah warna menjadi keunguan. Di dalam rumah kontrakan kecil tipe tiga puluh enam itu, aroma harum teh melati hangat berbaur dengan wangi sisa hujan sore hari. Ilman sedang duduk di karpet ruang tengah, bersandar pada kaki sofa tempat Indira sibuk melipat beberapa potong pakaian hangat yang baru diangkat dari jemuran.

Suasana tenang itu mendadak terusik ketika ponsel pintar milik Indira yang tergeletak di atas meja kayu bergetar konstan. Layar gawai tersebut menampilkan sebuah notifikasi surat elektronik masuk dengan domain luar negeri.

Indira meletakkan pakaian di tangannya, mengambil ponsel itu, dan membacanya dalam diam. Ilman menyadari ada perubahan mikro dari gestur tubuh istrinya. Jemari Indira yang memegang ponsel tampak sedikit tegang, dan napasnya tertahan selama beberapa detik. Ada binar mata lamanya, binar ambisi intelektual dari seorang lulusan Negeri Inggris, yang sempat meredup pasca-runtuhnya Apex Coal, kini mendadak memancar kembali di bawah temaram lampu LED ruangan.

"Ada apa, Ra?" tanya Ilman lembut, seraya membalikkan tubuhnya menghadap sang istri.

Indira menurunkan ponselnya perlahan, menatap Ilman dengan sepasang mata bulatnya yang kini dipenuhi keraguan yang teramat sangat. Dia menggigit bibir bawahnya pelan, sebuah kebiasaan kecil yang selalu dia lakukan kalau sedang menghadapi pilihan korporat yang sulit.

"Mas..." panggil Indira, suaranya terdengar sangat halus dan penuh kehati-hatian. "Aku baru saja mendapat e-mail dari Sarah. Kamu ingat kan yang pernah aku ceritakan, teman kuliahku waktu di London dulu? Sekarang dia menjabat sebagai Senior Consultant di salah satu firma manajemen risiko internasional."

"Iya, aku ingat. Kenapa dia?"

Indira menghela napas panjang, bergeser duduk lebih dekat ke arah Ilman lalu menggenggam jemari suaminya. "Firma tempat Sarah bekerja sedang melakukan ekspansi tim global. Sarah secara spesifik menawarkan posisi Associate Director untukku di kantor pusat mereka. Ini tawaran resmi, Mas. Tapi... kantor pusatnya bukan di Jakarta. Bukan juga di London."

Lihat selengkapnya