Di Balik Kisah AYAH

Linda Fadilah
Chapter #1

PROLOG

Suara burung hantu dan binatang malam saling bersahutan diiringi suara daun saling bergesekan seolah menjadi irama dunia malam yang cukup mencengkam. Angin malam yang berembus kencang berhasil membuat bulu kuduk meremang, dedaunan kering yang gugur dan ranting pohon yang terinjak menciptakan suara bising di tengah kesunyian sebuah pemakaman umum yang jauh dari pemukiman.

Hanya dibekali dua senter yang menjadi penerang jalan, ketiga laki-laki itu berlari di dalam area pemakaman yang terlihat sangat jelas gelap pekat, tanpa cahaya, tanpa suara. Sunyi di tengah keramaian yang mungkin banyak pandangan yang tak kasat mata sedang mengintai—tak terlihat.

Mencengkam.

Penuh misteri.

Mengerikan.

Sorot lampu senter tidak berarah, tidak sepenuhnya tertuju ke depan. Suara napas berat dan pijakan kaki kini sangat dominan saling sahut-menyahut, diiringi suara binatang malam saling bersorak-sorai silih membalas seolah mengejek dan menertawakan ketiga manusia yang tidak tahu arah.

“Woi, Tang ... Guh ... tungguin gua!” Aris yang berlari paling belakang berteriak sangat kencang memanggil kedua temannya yang berlari cukup jauh di depan. “Ah, sial!”

Lihat selengkapnya