Di Balik Kisah AYAH

Linda Fadilah
Chapter #1

PROLOG

Sorot lampu senter tidak berarah, tidak sepenuhnya tertuju ke depan. Suara napas berat dan pijakan kaki kini sangat dominan saling sahut-menyahut, diiringi suara binatang malam saling bersorak-sorai silih membalas seolah mengejek dan menertawakan ketiga manusia yang tidak tahu arah.

“Woi, Tang ... Guh ... tungguin gua!” Aris yang berlari paling belakang berteriak sangat kencang memanggil kedua temannya yang berlari cukup jauh di depan. “Ah, sial!”

Tidak dihiraukan.

Sesekali kedua bola mata Aris mengitari sekitar, wajahnya pucat pasi dan keringat mengucur membasahi wajahnya bagaikan diguyur air hujan yang cukup deras, irama jantungnya sangat bergejolak seperti gendang sedang dipukul keras—memberi sinyal tubuhnya sebagai tanda bahwa sedang ada ancaman mengejar—takut-takut ada sosok lain yang justru sedang menyaksikan atau ada seseorang yang justru memergoki aksi mereka bertiga yang terlihat seperti di kejar setan.

Ya ... bisa dibilang demikian.

Lihat selengkapnya