Di Balik Romantisnya Suamiku

fransisca Lukito
Chapter #9

Bab 9

Dina Pov


Dua hingga potret yang dikirimkan oleh Anggika membuat kedua mataku tak dapat berkedip. Sambil membuka salah satu foto yang menampilkan sosok Mas Reza dengan Naffa di supermarket yang cukup familiar, aku memperbesar potret itu dan benar saja bahwa laki-laki ini adalah suamiku.


Setelah itu, aku membaca isi pesan Anggika dan membakasnya, "Sabtu aku free. Kita janjian berdua aja?"


Anggika langsung membalas, "Iya. Kita engga perlu ajak Dera. Dia engga bisa jaga rahasia, Din. Memang kamu mau, masalah ini diketahui sama teman-teman kita yang lain?"


"Ya, engga, tapi kamu dapat foto itu dari mana?" Aku kembali membalas pesan Anggika dengan kening berkerut, merasa penasaran tentang asal muasal potret mesra di antara Mas Reza dan Naffa.


"Besok Sabtu, aku ceritain," balas Anggika singkat. Sepertinya, ia tak ingin bercerita melalui chat agar tak terjadi kesalahpahaman.

Aku yang tak mendapat penjelasan langsung menghela napas pelan. Pasalnya, aku mulai merasa tak tenang saat melihat beberapa potret yang melibatkan suamiku dengan wanita lain di ruang obrolanku bersama dengan Anggika. Bahkan, pikiranku saat ini mulai terhubung dengan kejadian saat suamiku ijin pulang terlambat dengan alasan lembur.


"Apa dugaanku yang sebelumnya tentang Mas Reza memang benar? atau foto-foto ini cuman rekayasa orang yang membenciku dan Mas Reza saja? Situasi ini sungguh membingungkan!" Aku mengeluh dalam hati sambil mengacak-acak rambutku frustasi.


End of pov


-**-


Di tempat lain, Naffa yang baru saja selesai memasak melepas celemek dan menyiapkan dua piring nasi untuk dirinya dan Reza bersantap malam. Sedangkan, Reza terkesima dengan beberapa hidangan yang tersaji di atas meja dengan binar penuh rasa antusias pada kedua netranya.


"Wah, ini yakin bisa habis semua?" Reza bertanya dengan mimik wajah cerah pada Naffa.


"Yah, nanti kalau engga habis, bisa dibuat lauk makan pagi besok." Naffa menarik kursi, duduk, dan mulai mengambil lauk untuk Reza.


Reza yang sudah biasa dilayani seperti itu oleh Dina tak merasa kaget. Ia langsung menyendokkan nasi dan lauk ikan acar kuning yang ada di piringnya. "Gimana? ada yang kurang engga sama bumbunya?" Naffa menatap Reza dengan tatapan penuh harap jika laki-laki itu akan menghujani dirinya dengan pujian.


"Engga. Asam dan gurihnya pas kok." Reza menanggapi usai mencicipi masakan Naffa. Bersama dengan ekspresi wajahnya yang cerah, Reza melanjutkan ucapannya, "Ternyata, kamu juga jago di dapur ya selain di ranjang."


Naffa dengan rasa percaya diri yang membumbung melebarkan senyumnya dan berkata, "Jelas. Aku 'kan calon istrimu yang baru."


Ujaran yang terasa delusional bagi Reza itu membuat sang laki-laki terburu-buru menelan makanan dan tak sengaja tersedak,. "Uhuk..uhukk.."


"Eh, Rez. Pelan-pelan dong, makannya. Nih minum dulu," tandas Naffa sambil menyodorkan segelas air putih pada laki-laki yang sangat dipujanya itu.


Reza pun meraih segelas air itu dan meneguk isinya perlahan. "Huft.." Ia juga mengatur pernafasannya usai makanan berhasil ditelannya dengan aman.

"Udah engga apa-apa? Kamu kok bisa sampe tersedak sih." Naffa kembali memastikan sambil mengeluh.

Lihat selengkapnya