Di Balik Senja

Kepo Amat
Chapter #21

Penuturan

"Dan setelah itu, dia ngasih surat itu ke aku," ujar Farad mengakhiri ceritanya.

"Yang Olin lakuin itu bodoh." Aldo berpendapat.

Aku hanya diam dengan masih mencerna tindakan yang diambil oleh Olin. Dari dulu anak itu selalu saja melakukan apapun tanpa pikir panjang.

"Aku harus nemuin Olin!" seruku langsung beranjak pergi setelah mendengarkan semua cerita Farad.

Aku berjalan menuju fakultas psikologi diikuti Aldo dan Farad di belakang. Di tengah perjalanan, aku berpapasan dengan Salma dan Fira yang sedang membawa setumpuk buku besar di kedua tangan mereka.

"Kalian sekelas sama Olin, kan? Lihat Olin, enggak?" tanyaku menghentikan langkah mereka.

"Olin hari ini absen," jawab Fira dengan ketus. "Kemarin juga," imbuhnya.

"Sakit atau kenapa?" Farad ikut menanyai Fira.

"Enggak tahu, dari kemarin enggak ada kabar."

"Kak Dev, ini enggak ada hubungannya dengan kakak lagi, 'kan?" tanya Salma membuatku terkejut.

"Aku?" kataku dengan menunjuk diri sendiri. Beberapa saat kemudian, aku mengangguk pelan. "Mungkin ada? Tapi yang jelas, aku harus ketemu dia."

"Kakak udah tahu tentang—"

Aku kembali mengangguk pelan membuat Salma langsung menghentikan ucapannya. "Kelas kalian di mana?"

"Olin enggak ada!" seru Fira.

"Kalaupun Olin enggak ada, bukan berarti kita enggak bisa cari dia. Siapa tahu di antara teman-teman kalian ada yang tahu rumah atau kost-kostan Olin?"

Salma dan Fira saling menatap cukup lama seakan sedang berkomunikasi dengan tatapan mata. Aku, Aldo, dan Farad kompak mengerutkan dahi.

"Ikut kita!" Fira dan Salma langsung memandu kami menuju kelasnya.

Beberapa langkah perjalanan, Salma kembali bersuara, "Jujur aja, Kak, kita juga enggak pernah tahu rumah Olin di mana. Aku kira Kak Dev tahu."

Lihat selengkapnya