Musim dingin yang dingin, mencekik dan membekukan.
Salju di luar bertumpuk setinggi lutut, langit tertutup awan kelabu yang tebal, dan kepingan salju masih berjatuhan dari langit.
Cuaca dingin yang tidak pernah terjadi selama seratus tahun.
Di halaman istana, seorang gadis dengan gaun merah cerah tergeletak di atas hamparan salju, darah mengalir dari luka-luka di tubuhnya, yang kemudian membeku dalam cuaca dingin.
Sudut bibirnya juga berdarah dan wajahnya di penuhi luka lebam.
Warna merah pada gaun pengantin yang dia kenakan telah lama di lumuri dengan warna merah darahnya sendiri.
Hamparan putih yang suci telah ternoda oleh bercak merah, seperti plum yang mekar di atas sutra putih.
Wajah gadis itu sepucat tisu, bibirnya yang mungil telah kehilangan warna aslinya, rambut dan bulu matanya tertutup salju yang membeku, Tubuhnya tetap diam seolah mati, dia menutup matanya, nyawanya mungkin hanya tersisa satu napas.
Gadis itu membuka matanya berusaha bangkit, wajahnya mendongak ke atas menatap sepasang pria dan wanita yang saling berpelukan.
" Kamu mengkhianati ku..... Kalian mengkhianati ku..." Gadis itu terbatuk lalu memuntahkan seteguk darah hitam.
" Aku mencintaimu dengan tulus.... Memberikan segalanya untuk mu... Tapi kau... Mengapa kamu sangat kejam dan menjebak ku.... Li Xun kamu adalah anjing." Teriak wanita itu.
Plakk plakk
Dua tamparan keras mendarat di wajahnya yang pucat meninggalkan bekas jari yang jelas.
" Dasar jalang... Tutup mulut mu!! Beraninya kau mengutuk kaisar ini."
Wanita yang berada di dekatnya segera maju dan mengulurkan tangannya untuk memeluk lengan Li Xun dan berkata dengan manja.