Pada bagian kelima materi Tarbiyah Ramadan dibahas tentang persiapan yang harus dilakukan sebelum memasuki bulan suci. Ditekankan bahwa Ramadan bukan sekadar datang lalu dijalani, tetapi harus disambut dengan kesiapan yang menyeluruh. Persiapan tersebut mencakup aspek mental, spiritual, fisik, ilmu, hingga harta. Semua unsur kehidupan perlu dilibatkan agar Ramadan benar-benar menjadi bulan pembinaan.
Pertama adalah persiapan mentalitas (nafsiyah). Mental yang kuat diperlukan agar kita siap menghadapi perubahan ritme hidup selama Ramadan. Puasa melatih kesabaran, pengendalian diri, dan keteguhan niat. Tanpa kesiapan mental, ibadah mudah terasa berat dan kehilangan makna.
Kedua adalah persiapan spiritual (ruhiyah). Inilah inti dari menyambut Ramadan. Hati perlu dibersihkan dengan taubat, memperbanyak doa, serta memperbaiki hubungan dengan Allah. Persiapan ruhiyah membuat kita memasuki Ramadan bukan sebagai kebiasaan tahunan, tetapi sebagai momentum mendekatkan diri kepada-Nya.