Cahaya Ramadhan dan Bekal Menghadapi Alam Kubur
Resume Kultum Tarawih – Salam UAM bersama Ustadz Ahmad Muhadi
Pinggir Kali Srengseng, Malam 14 Ramadhan
Dalam salah satu kitab nasihat para ulama Ahlus Sunnah, yaitu Durratun Nasihin, disebutkan sebuah kisah hikmah bahwa Allah Ta’ala berfirman kepada Nabi Musa ‘alaihis salam tentang keistimewaan umat Nabi Muhammad ﷺ. Allah memberikan kepada umat ini dua cahaya agar mereka selamat dari dua kegelapan besar. Kisah ini mengandung pelajaran ruhiyah bahwa umat Islam diberi karunia besar berupa sarana keselamatan menuju akhirat.
Refleksi: Betapa besar kasih sayang Allah kepada umat Nabi Muhammad ﷺ, sehingga sebelum kita menghadapi akhirat pun sudah diberikan bekal cahaya penuntun.
Dalam kisah tersebut Nabi Musa bertanya kepada Allah, “Apakah dua cahaya itu wahai Rabb?” Allah menjawab bahwa dua cahaya tersebut adalah cahaya Ramadhan dan cahaya Al-Qur’an. Ramadhan adalah bulan yang penuh keberkahan dan ampunan, sedangkan Al-Qur’an adalah petunjuk hidup bagi manusia. Allah berfirman:
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ
“Bulan Ramadhan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia.”
(QS. Al-Baqarah: 185)
Refleksi: Jika Ramadhan dan Al-Qur’an adalah cahaya, maka semakin dekat kita dengannya, semakin terang pula perjalanan hidup kita.
Kemudian Nabi Musa kembali bertanya kepada Allah tentang dua kegelapan yang dimaksud. Allah menjelaskan bahwa dua kegelapan itu adalah kegelapan kubur dan kegelapan hari kiamat. Alam kubur adalah fase pertama perjalanan akhirat yang akan dilalui setiap manusia. Rasulullah ﷺ bersabda: “Kubur adalah taman dari taman-taman surga atau lubang dari lubang neraka.” (HR. Tirmidzi).
Refleksi: Mengingat kubur bukan untuk menakut-nakuti diri, tetapi agar hati kita kembali sadar bahwa kehidupan dunia hanyalah sementara.
Karena itu, Ramadhan menjadi momentum terbaik untuk mempersiapkan bekal menuju alam barzakh. Ibadah puasa, shalat tarawih, membaca Al-Qur’an, serta memperbanyak sedekah adalah amalan yang menjadi cahaya bagi seorang mukmin. Dalam tafsir Tafsir Ibnu Katsir dijelaskan bahwa amal saleh akan menjadi penerang bagi seorang hamba di akhirat.
Refleksi: Jangan sampai Ramadhan berlalu tanpa perubahan dalam diri kita.