Hadits ke-11: Tinggalkan yang Meragukan, Pilih yang Menenangkan Hati
Hadits ini diriwayatkan oleh sahabat mulia Al-Hasan bin Ali, cucu kesayangan Rasulullah ﷺ yang dikenal sebagai pemuda penghuni surga. Beliau berkata bahwa ia menghafal satu pesan penting dari Nabi ﷺ yang menjadi pedoman hidup bagi seorang mukmin dalam menghadapi berbagai pilihan dalam kehidupan. Pesan tersebut sederhana namun sangat dalam maknanya: meninggalkan sesuatu yang menimbulkan keraguan dan memilih sesuatu yang membawa ketenangan. Hadits ini diriwayatkan oleh Muhammad bin Isa At-Tirmidzi dan Ahmad bin Syu’aib An-Nasa’i, dan dinilai hasan shahih.
Refleksi: Semoga kita termasuk orang yang selalu mencari jalan yang jelas dan bersih dari keraguan.
Doa: Ya Allah, tuntunlah hati kami agar selalu memilih jalan yang Engkau ridai.
Sabda Nabi ﷺ dalam hadits tersebut adalah:
دَعْ مَا يَرِيبُكَ إِلَى مَا لَا يَرِيبُكَ
Artinya: “Tinggalkanlah sesuatu yang meragukanmu menuju sesuatu yang tidak meragukanmu.”
Hadits ini menjadi prinsip penting dalam kehidupan seorang Muslim, terutama dalam menjaga kehalalan, kehormatan diri, dan ketenangan hati. Islam tidak hanya mengajarkan hukum yang jelas, tetapi juga mendorong umatnya menjauhi hal-hal yang samar yang dapat menimbulkan kegelisahan batin.
Refleksi: Hati yang bersih biasanya dapat merasakan mana yang benar dan mana yang meragukan.
Doa: Ya Allah, bersihkan hati kami dari keraguan dan dekatkan kami kepada kebenaran.
Dalam ajaran Islam, keraguan sering kali menjadi pintu yang dapat menjerumuskan seseorang pada hal yang haram. Karena itu Rasulullah ﷺ mengajarkan sikap kehati-hatian dalam hidup. Prinsip ini juga sejalan dengan hadits terkenal tentang perkara halal, haram, dan syubhat yang diriwayatkan dalam Shahih Bukhari dan Shahih Muslim. Perkara yang samar (syubhat) sebaiknya ditinggalkan agar agama dan kehormatan seseorang tetap terjaga.
Refleksi: Kehati-hatian dalam hidup adalah tanda keimanan yang matang.