Di Bawah Cahaya Masjid

Ahmad Wahyudi
Chapter #20

Menjadi Pribadi yang Qana"ah

Resume KSP Spesial Ramadhan 3 – Ustadz Syahrizal Khalid

Pinggir Kali Srengseng, 17 Ramadhan 1447 H

Dalam kehidupan modern yang serba cepat dan penuh persaingan, manusia sering merasa kurang terhadap apa yang dimilikinya. Banyak orang mengejar harta, jabatan, dan kenikmatan dunia tanpa pernah merasa cukup. Islam datang membawa nilai keseimbangan melalui konsep qana’ah, yaitu sikap merasa cukup terhadap apa yang Allah berikan. Sifat ini menjadikan hati tenang dan hidup terasa lebih berkah. Qana’ah bukan berarti malas berusaha, tetapi mampu menerima hasil dengan penuh keridhaan.

Landasan utama sikap qana’ah dapat ditemukan dalam Al-Qur’an. Allah berfirman dalam Al-Qasas 28:77:

“Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu kebahagiaan negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bagianmu dari dunia…”

Ayat ini mengajarkan keseimbangan hidup: berusaha di dunia namun tetap berorientasi pada akhirat. Seorang Muslim boleh menikmati nikmat dunia, tetapi hatinya tidak boleh diperbudak oleh dunia.

Ayat tersebut juga menegaskan agar manusia berbuat baik kepada orang lain sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadanya. Artinya, nikmat yang kita miliki bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk memberi manfaat kepada orang lain. Orang yang qana’ah biasanya lebih mudah berbagi karena ia tidak merasa kekurangan. Ia sadar bahwa semua yang dimiliki hanyalah titipan dari Allah.

Selain itu, Al-Qur’an juga menjelaskan bahwa Allah membagi rezeki manusia dengan hikmah-Nya. Dalam Az-Zukhruf 43:32, Allah menerangkan bahwa Dia meninggikan sebagian manusia atas sebagian yang lain dalam hal rezeki dan kedudukan. Perbedaan ini bukan untuk menimbulkan iri hati, tetapi agar manusia saling bekerja sama dan saling membutuhkan dalam kehidupan.

Islam juga sangat menghargai kerja keras. Dalam At-Taubah 9:105, Allah berfirman:

“Bekerjalah kamu, maka Allah akan melihat pekerjaanmu, begitu juga Rasul-Nya dan orang-orang beriman.”

Lihat selengkapnya