Blurb
Delapan pendaki terbaik Indonesia telah menaklukkan Seven Summits. Everest, K2, Denali, Kilimanjaro—tidak ada lagi gunung di Bumi yang terasa mustahil.
Kini mereka mengincar tujuan yang belum pernah dicapai manusia: Olympus Mons, gunung setinggi dua puluh dua kilometer di permukaan Mars.
Bersama pengalaman, teknologi, dan keyakinan bahwa keberhasilan di Bumi akan membawa mereka ke puncak planet merah, mereka memulai pendakian yang tampak sempurna. Data menunjukkan semuanya berjalan sesuai rencana. Oksigen cukup. Peralatan berfungsi. Setiap risiko telah dihitung.
Namun, sedikit demi sedikit, sesuatu mulai berubah.
Keputusan-keputusan kecil tidak lagi lahir dari logika, melainkan dari ambisi. Keraguan dianggap gangguan. Peringatan berubah menjadi statistik yang mudah diabaikan. Di tengah udara yang tidak pernah diciptakan untuk manusia, mereka menyadari bahwa ancaman terbesar bukanlah dingin, radiasi, atau ketinggian Olympus Mons.
Melainkan diri mereka sendiri.
Di Bawah Dua Puluh Dua Kilometer adalah novel psychological science fiction tentang obsesi, bias pengambilan keputusan, dan harga yang harus dibayar ketika sekelompok manusia terus mendaki, bahkan setelah mereka kehilangan kemampuan untuk berhenti.