Oksigen meter menunjukkan angka. Radit bilang nominal. Semua orang percaya Radit.
Sita duduk di tent, oxygen line tercabut sementara untuk meal break. Paru-paru kerja lebih keras tanpa supplement. Napas terasa pendek—tapi dalam batas normal untuk ketinggian ini. Dia tahu perbedaan antara normal dan warning sign. Perbedaannya halus.
Di luar tent, Budi cek equipment. Dia cek tiga kali. Tadi Sita lihat dia cek di hari pertama juga. Tiga kali. Pattern.
Agung duduk alone dengan suit dalam lap, check seal lagi. Tadi juga cek seal. Dan tadi.
Radit review data. Selalu review data.
Kira write dalam notebook.
Mereka semua ada ritual nervous. Ritual yang dibungkus dalam bahasa "checking protocol" atau "optimization."
Tapi itu adalah nervous.
Sita ganti oxygen line. Breath normal kembali. Napas dalam Martian air—bukan benar-benar Mars air, itu adalah recycled dan filtered, tapi psychologically itu adalah Mars tetap. Udara yang tidak pernah intended untuk manusia. Manusia yang forcing diri masuk dalam equation yang not designed untuk mereka.
Hari Keempat—Afternoon, Elevation 8,200 Meter
Mereka reach camp sebelum darkness. Radit estimated 16:00. Mereka arrive 15:45. Efficiency. Data working.
Tapi ketika setup tent, ada moment ketika Dinda's hand tremor slight. Sita notice. Dinda notice sendiri dan quick hide—pretend adjusting rope. Tapi tremor itu ada. Small sign. Oksigen efficiency decline maybe, atau psychological stress accumulating. Atau both.
Sita approach Dinda.
"You okay?" Sita tanya.
"Fine," Dinda bilang. Fast answer. Defensive.
"Hand tremor—"
"Tangan dingin," Dinda bilang. "Suit heater less efficient saat afternoon. You notice sendiri."
Suit heater tidak less efficient. Sita check readout—stable.
But Sita don't push. Tidak punya energy untuk push.
Kira come over dengan water container. "Rehydration," dia bilang sama seperti yesterday. Ritual sama. Check consumption. Check calculation. "Elevation kita 8,200. Oksigen buffer 72 jam stil valid kalau major descent perlu happen."
"Descent tidak necessary," Radit bilang. Dia pass water container. "Semua people green status."
"Dinda consumption up 2% dari yesterday," Kira bilang. "Agung seal showing micro-degradation—not critical but trending."
"Acceptable range," Radit bilang.
Sita lihat: acceptable range—bukan optimal, bukan ideal. Acceptable. Tapi acceptable dalam context climbing di planet lain dengan finite oksigen adalah another word untuk "warning kami ignore karena convenient untuk ignore."
Mereka semua nod. Accept assessment itu.
Sita tidak say anything.
Evening—Hari Keempat
Group check-in sama seperti hari-hari sebelumnya. Tapi ada rhythm perubahan.
Radit present data. Semuanya nominal. Semua acceptable.
Budi report physical status. Semua green. Tapi Sita notice Budi's jaw clench ketika dia bilang "green." Like the word itu taste bad.
"Psikologis?" Radit turn ke Sita.
Sita hesitate. Micro-hesitation. Tapi ada.
"Semua orang maintain stable emotional state," Sita bilang. Accurate statement. Also incomplete statement. "Stress manageable. No interpersonal conflict significant."
"Tapi?" Kira bilang.