Getaran nada dering menggema di atas mejanya, Nabil terbangun dari fokusnya memelototi Agridoc, platform baru yang sedang dirancangnya. Ia mendongak dari layar laptop, memandangi nama yang tertera di ponselnya. “Dr. Riska?” gumamnya, sedikit heran. Ia mengusap wajahnya yang lelah sebelum menjawab panggilan.
“Ada apa, Mbak?” tanyanya santai, sudah terbiasa menyapa dokter itu tanpa embel-embel formalitas. Namun, nada suara Dr. Riska di seberang terdengar tidak biasa.
“Nabil, aku baru saja mengecek hasil rontgen terakhir ibumu,” katanya, suaranya rendah, hampir berbisik. “Kondisi ibu ternyata lebih serius dari yang aku perkirakan. Aku menemukan kanker itu sudah stadium lanjut.”
Kabar itu rasanya menjadi seperti sebuah ledakan, daripada berita rutin seperti biasa yang dikabarkan Dr. Riska.
“Maksud Mbak? Tapi apa mungkin ada kesalahan diagnosa? Surat rontgen tertukar, atau ...”
“Aku sudah memeriksa citra rontgen-nya berkali-kali, Bil,” potong Dr. Riska dengan lembut. “Hasilnya memang begitu. Meskipun fisik ibu tampak kuat dan tidak menunjukkan gejala berat, kankernya sangat agresif. Memang begitu Bil, ciri hepatocellular carcinoma, kanker hati primer yang sedang diderita ibu. Malah sering terdeteksi melalui tes darah baru di stadium lanjut, kecuali dengan tes darah yang intensif selama enam bulan, tapi itu akan membuat ibu curiga seperti yang kalian kuatirkan. Meskipun itu sudah kakak lakukan, dengan atau tanpa persetujuan kalian. Itu prosedural, dan sudah kakak jalankan dengan hati-hati. Tapi tetap saja masih sulit dideteksi dengan tepat. Dan kalau tidak segera ditangani intensif, waktunya tidak akan lama lagi.”
Nabil tahu rumitnya semua itu karena dia pernah membuat call paper tentang penyakit itu. Mendeteksi kanker hati melalui tes darah harus memakai kombinasi pencitraan USG, CT scan, atau MRI, dan biopsi jika perlu. Indikator yang digunakannya juga rumit, Alfa-fetoprotein (AFP), termasuk biomarker tumor yang sering digunakan untuk mendeteksi kanker dalam darah, urin, atau jaringan tubuh lainnya. Ditambah tes fungsi hati-Liver Function Tests, LFTs, untuk mengukur enzim dan protein hati, seperti ALT, AST, albumin, dan bilirubin, pokoknya rumit!.
Mengingat itu membuat Nabil berkeringat dingin. Situasi semakin genting batinnya. Ia merasa udara di ruang kerjanya tiba-tiba menjadi terlalu tipis untuk bernapas.