Amanda terpekik dan menoleh. Ternyata itu adalah tangan neneknya. “Ayo Manda, jangan bengong saja, kita turun lagi, nanti kamu ketinggalan,” ucap Nani. Amanda mengangguk. Ketika mereka semua kembali turun, pintu kamar mandi yang tadi terbuka tertutup sendiri perlahan. Amanda yang berjalan paling belakang menoleh. Ia mengerutkan kening melihat pintu kamar mandi itu tertutup. Seingatnya tadi pintu itu terbuka, batinnya.
“Baiklah, Bapak Ibu, saya sudah menunjukkan semua ruangan, waktunya saya harus pergi, saya akan memberikan kunci rumah ini pada Pak David,” senyum Sugih menyerahkan kunci rumah pada David saat mereka semua sudah di lantai bawah. David menerima kunci tersebut. “Eh ingatkan saya lagi … Pak David dan keluarga akan menginap di sini sampai kapan?” tanya Sugih.
“Satu Januari Pak, seperti yang saya bilang di telepon kemarin, kita nginep di sini hanya ingin merayakan malam tahun baru besok, jadi tanggal satu kita sudah cekout,” jawab David.
Sugih mengangguk-ngangguk, “Ok Pak, oya ingat, ketika hari mulai gelap semua lampu harus dinyalakan, meskipun ruangan itu tak dipakai, lalu hati-hati bila akan memasang kembang api atau petasan air mancur, kita tidak mau terjadi kebakaran di sini bukan?”
“Tapi untuk aturan pertama, kalau tidur apakah lampu harus dinyalakan juga?” tanya Clara. “Boleh dimatikan, selama tidak gelap gulita,” senyum Sugih. “Oh syukurlah, karena saya tidak bisa tidur kalau lampu terang Pak,” kata Clara. “Kalau begitu semua sudah jelas, selamat menikmati rumah ini dan selamat liburan akhir tahun ya,” ucap Sugih sambil berjalan keluar pintu.
“Terima kasih Pak Sugih, happy new year ya,” kata Darto dari ruang tengah. Sugih tertawa lalu melambaikan tangan pada Darto dan Nani yang sedang duduk-duduk santai di ruang tengah. “Happy new year juga ya,” balas Sugih pada mereka berdua lalu keluar pintu.
Setelah pintu ditutup, David memeluk istrinya. “Akhirnya kita bisa malam tahun baruan di luar Sayang!” bisik David dengan gembira. Clara tertawa. “Kita harus bikin malam tahun baru ini tak terlupakan ya,” ucapnya pada David. David mengangguk pasti. “Hey kalian berdua! Kalau mau mesra-mesraan entar dulu, itu bantuin Ma bikin makanan di dapur, Pa lapar nih,” seru Darto. David dan Clara pun tertawa malu.