DI MALAM TAHUN BARU

ken fauzy
Chapter #6

SIAPA YANG AKAN DATANG?

Mobil yang ditumpangi David dan Amanda memasuki pekarangan dan berhenti terparkir. Mereka turun dari mobil membawa pesanan Clara juga enam terompet. “Manda, lupakan yang tadi, inget kita sudah lama merencanakan malam tahun baru ini, jadi jangan dirusak dengan hal ga penting, ok?” kata David seraya mereka berdua berjalan menuju rumah. Amanda mengangguk meski dalam hatinya menolak.

“Papah pulang!” teriak David saat masuk ke dalam rumah, Amanda mengikuti di belakangnya. Clara menyambut dengan senang, “Mana pesanan Mamah, ada semua?” David mengangguk. Clara mengambil plastik-plastik pesanannya itu dan membawanya ke dapur “Nah ini yang akan bikin nanti malam jadi ramai,” tawa Darto senang mengambil terompet-terompet dari tangan Amanda. “Oya ini buat kamu satu.” Darto memberikan satu terompet pada Amanda yang menerimanya dengan malas.

David memperhatikan Amanda. “Semua akan baik-baik saja Manda,” bisik David menenangkan putrinya. Darto meniup terompet itu dengan keras mengagetkan semua orang di dalam rumah lalu ia tertawa. “Hey Arnold, ini satu buat kamu,” ucapnya. “Makasih Kek,” Arnold menerima terompet itu lalu meniupnya berbarengan dengan kakeknya di ruang tengah sambil berjingkrak-jingkrak.

Amanda yang berdiri dekt tangga mendongak ke atas. Ia merasa ada yang berdiri di anak tangga paling atas. Mengawasi mereka.

“Arnold! Pa! Berisik! … Niup terompetnya di halaman belakang sana,” tegur Clara. Kakek dan cucu itu tertawa lalu berbarengan ke halaman belakang untuk melanjutkan meniup-niup terompet di dekat kolam renang. “Gimana Pah di bawah pasti sudah rame ya orang-orang yang mau tahun baruan?” tanya Clara.

“Yap, jalanan macet tadi, banyak mobil mau naik ke villa-villa sekitar sini sepertinya Mah,” jawab David. Amanda duduk di sebelah David di sofa ruang tengah dan meletakkan terompetnya begitu saja di lantai. “Manda, kamu kenapa lesu sekali?” tanya Clara yang sedang membumbui ayam untuk dibakar malam nanti.

“Biasa, dia pastinya lagi ngambek, pengen malam tahun baruan sama temen-temen sebayanya tapi ga bisa karena harus kesini … maklum namanya juga remaja,” tebak Nani sambil tersenyum. Amanda menggeleng. “Bukan itu tapi---“ Amanda tak melanjutkan kalimatnya.

“Tapi kenapa?” tanya Clara dan kembali sibuk menyiapkan makan malam. “Ga apa-apa Ma,” jawab Amanda. Ia kembali melamun. Nani menuangkan sirup berwarna merah ke dalam mangkok kaca bening untuk membuat sop buah di meja dapur. Tetapi Amanda melihat yang dituangkan neneknya itu adalah darah bukan sirup dengan lalat yang beterbangan di sekitarnya, ia bergidik jijik.

Lihat selengkapnya