DI MALAM TAHUN BARU

ken fauzy
Chapter #8

KEBANGKITAN

“Entah apa yang merasuki seorang pria hingga membuat semua anggota keluarganya gantung diri … istrinya ditemukan tergantung di kamar tidur di lantai bawah lalu kedua orang tuanya ditemukan tergantung juga, satu di kamar tidur dan satu di gudang.”

Amanda tegang mendengar cerita itu sedang Arnold terlihat senang. “Bisa dipercepat ga Ma?” cengir Clara yang merasa suasana menjadi tak enak sejak cerita itu dilontarkan. “Tunggu dong, Mama minum dulu,” kata Nani menyeruput minumnya lalu melanjutkan.

“Tidak berhenti di situ, pria itu naik ke lantai atas sambil menyeret sebuah kursi. Dia lalu membuka pintu kamar anak laki-lakinya, menyiapkan tali pada kayu besar di langit-langit kamar dan membangunkannya dari tidur. Ia menyuruh anak sulungnya itu untuk naik ke kursi tapi sang anak menolak. Maka dengan kejam, pria yang tak lain adalah bapaknya sendiri itu menusukkan pisau yang telah dibawanya ke dada sang anak laki-laki!”

Clara terpekik sambil menutup mulutnya. “Mah! Ngagetin aja sih!” cetus Arnold memegangi dadanya. Nani tertawa, “Cerita Nenek kali ini seru ya? Ga bikin ngantuk.” Arnold mengangguk, “Iya Nek, seru dan serem, lanjut.” David melirik pada Amanda yang semakin meringkukkan tubuhnya di samping mamahnya itu.

“Setelah itu, dia menggantung anak pertamanya. Apakah sampai situ selesai? Tidak! Pria itu menyeret kembali kursinya, ke kamar sebelah. Yaitu kamar putri bungsunya yang masih kecil! Sungguh kejam,” Nani menggelengkan kepala.

Semuanya menjadi tegang mendengarkan.

“Dia membangunkan putri kecilnya itu dan berpura-pura mengajaknya bermain. Anak yang masih kecil itu tak mengerti, dia menari-nari di atas kursi kayu itu karena senang diajak main sama bapaknya tapi malang nian nasib putri kecil itu, dia malah digantung oleh bapaknya!”

“Ya Tuhan, Ma kayaknya sudah cukup deh, aku ga kuat denger ceritanya,” sela Clara. “Yah Mah lagi seru-serunya nih.” Arnold kecewa. “Clara betul Ma, kayaknya sudah cukup, sebaiknya kita bersiap-siap untuk barbekyu saja, tak lama lagi pergantian tahun soalnya,” tambah David lalu berdiri dari duduknya, “ayo siapa yang mau bantuin Papah bakar ayam?”

Amanda dan Arnold tak menanggapi, mereka masih duduk di depan neneknya. “Sepertinya cucu-cucuku ingin mendengar akhirnya David,” cengir Nani. “Manda? Arnold? Ayo,” ajak David. “Duluan Pah, nanti aku nyusul,” kata Arnold. “Amanda?” panggil David. Amanda menggeleng.

“Sama aku saja Pah,” ucap Clara lalu bangun dari duduknya. “Sudah kalian berdua duluan saja nyiapin barbekyu, biar Pa yang temenin Manda dan Arnold,” kata Darto. David dan Clara pun berjalan menuju halaman belakang.

“Gimana, lanjut?” tanya Nani pada kedua cucunya yang telah duduk mengapit Darto. Arnold dan Amanda mengangguk. “Baiklah … putri kecil itu memasukkan kepalanya ke dalam tali yang dikiranya sebuah permainan, setelah tali itu melilit lehernya maka pria itu menarik kursinya dan dia menatap putri kecilnya itu menjemput maut,” lanjut Nani.

Lihat selengkapnya