DI MALAM TAHUN BARU

ken fauzy
Chapter #9

SELAMAT TAHUN BARU, KEMATIAN

Arnold dan Darto masih meniup-niup terompetnya. “Pa, kayak anak kecil saja deh, niup terompetnya nanti saja pas pergantian tahun!” kesal Nani yang merasa berisik. “Ma, ayolah … kita harus menikmati hidup kita bukan? Kita sudah tua, kita ga tahu umur kita, jadi malam ini ayo kita bahagiakan saja,” tawa Darto. Nani hanya geleng-geleng dan kembali mengolesi bumbu pada jagung manisnya.

David yang tengah memanggang sosis di samping kolam renang mengacungkan jempolnya, “Setuju Pa,” lalu menyantap sebuah sosis. “Mana Amanda Pah?” tanya Clara di sampingnya. David kaget mendapat pertanyaan itu, ia celingukan dan menyadari anak perempuannya tidak ada di halaman belakang.

-----------------

Mata Amanda terbelalak lebar ketika merasakan rambut kuncirnya dibelai. Ia bisa merasakan ada seseorang berdiri di belakangnya. Sosok wanita berambut panjang itu yang membelainya dengan jemarinya yang pucat nyaris membusuk. Tubuh Amanda gemetar. Ia ingin melarikan diri tetapi tak bisa bergerak.

Di tangga yang gelap, muncul wajah seorang pria menatapnya dengan bola mata yang hitam semua. Wajah pucat tanpa ekspresi itu menggetarkan jiwanya. Amanda tahu siapa pria itu, ia adalah sang bapak yang menggantung semua keluarganya! Bibir Amanda bergetar ingin meminta tolong tetapi mulutnya tak bisa digerakkan juga.

Rasa takutnya memuncak. Di hadapannya kini tampak sosok gadis kecil yang dilihat di kamarnya, tengah merangkak ke arahnya dengan darah menetes dari bibir ke lantai. Amanda ketakutan sampai meneteskan air mata. Tiba-tiba gadis kecil itu melompat menyergapnya, Amanda menjerit.

“Amanda!” panggil David. Amanda membuka matanya dan melihat papahnya. Ia tampak linglung. “Kamu ditungguin ga tahunya tidur di lantai sini, ayo kita barbekyuan, sebentar lagi malam tahun baru,” kata David. Amanda melihat sekelilingnya dengan panik. “Kamu pasti mimpi buruk ya?” tanya David melihat putrinya celingukan. “Mereka datang Pah, mereka sudah datang,” gemetar Amanda. “Sudahlah Manda, itu hanya mimpi buruk,” senyum David.

“Ga Pah, ini bukan mimpi buruk, tapi nyata, aku berada di dimensi lain Pah,” jawab Amanda gugup. David tertawa. “Kamu ini ada-ada aja … ayo semua sudah menunggumu.” David merangkul bahu anaknya dan mengajaknya keluar. Amanda menggeleng, ia gelisah berat.

Arnold sedang menyiapkan petasan roket air mancur dan diletakkannya berjajar di atas pagar batu yang mengelilingi halaman belakang. Darto dan Nani sedang duduk bersebelahan di kursi santai di pinggir kolam renang sambil menyalakan kembang api dengan wajah bahagia. Clara terkejut saat melihat kedatangan putrinya bersama David. “Ada apa? Kenapa wajahmu pucat Manda?” tanya Clara. “Mah, kita harus pergi dari rumah ini sekarang,” ucap Amanda.

Clara mengerutkan kening tak mengerti. Ia melirik pada David yang memberi tanda untuk mengiyakan saja. “Baik Manda, tapi malam ini kita rayakan pergantian tahun dulu ya,” bujuk Clara. Amanda menggeleng. “Ga Mah! Sekarang ya sekarang!” Amanda lalu menangis sesunggukkan. Clara memeluk Amanda menenangkannya.

Lihat selengkapnya