Di Mana Badai Sembunyi

Zahid Paningrome
Chapter #18

3:4

Aku ingat situasi yang sama kira-kira lima tahun yang lalu, saat kami terlibat dalam pertengkaran hebat, ia mengunci pintu kamar kosnya dan aku datang berdiri di depan, menunggu Tania membuka pintunya. Pertengkaran tentang mengapa aku tidak pernah rela memberi ruang untuk Tania, aku selalu ingin terlibat pada semua aktivitas Tania setiap harinya, sampai aku harus membawa kisah-kisah tentang bapaknya di masa lalu, yang akhirnya membuat Tania sakit hati dan melarangku datang. Namun aku memaksa datang, bagi sebagian perempuan mungkin itu sesuatu yang romantis, seorang pria datang menghampiri saat terlibat pertengkaran tanda perhatian, tapi bagi Tania itu sifat obsesif yang sama sekali tidak romantis, katanya setelah kejadian itu, ia akan mengangkat bendera merah jika aku tidak bisa memberi ruang baginya untuk merenung atau sekadar menangis ketika sebuah pertengkaran terjadi.

Hal yang sama terjadi hari ini, ia mengunci diri di kamar tidur kami, aku masih mendengar suara tangisnya setengah jam setelah pintu itu dibanting. Aku justru bingung, aku berusaha mengalah dan menekan ego saat amarah menguasaiku dan saat aku berhasil mengendalikannya amarah itu justru merasuki tubuh Tania. Masih banyak hal yang ingin aku tanyakan setelah pertemuanku dengan Hary dan Tania, jika ini perang pilihannya hanya dua, serang atau bertahan. Aku tahu pernikahan tidak pernah sederhana seperti yang dijual di iklan-iklan, ide tentang pernikahan yang indah hanyalah bumbu pemanis awal untuk bisnis yang harus bergerak terus, memutar uang dan nasib manusia. 

Banyak yang memimpikan pernikahan impian namun tidak pernah mau menanggung risikonya, tentang kenyataan bahwa ia akan hidup selamanya di bawah atap yang sama dengan seorang manusia yang ia pilih dengan kesadaran penuh tanpa ragu-ragu. Banyak yang akhirnya memutuskan untuk menikah muda karena terpengaruh oleh iklan-iklan yang mampu memengaruhi pola pilihannya. Aku tidak ada masalah dengan pernikahan muda, aku hanya sebal dengan orang-orang yang mengkampanyekan nikah muda. Karena pernikahan adalah sesuatu yang alamiah tumbuh di pikiran manusia, mimpi tentang kehidupan yang bahagia untuk menemani masa tua yang pasti akan dilakukan hampir semua orang di muka bumi ini, itu mengapa pernikahan tidak perlu dipropagandakan.

Lihat selengkapnya