DI PERTEMUAN YANG KEDUA

sudiani
Chapter #7

Chapter 07

Setelah makan siang, dengan Darren yang merasa sedikit lega setelah melihat Hanin dari dekat, tetapi mulai terusik oleh Roni. Lalu malamnya Darren diam-diam mengikuti kendaraan karyawan hanya untuk memastikan Hanin tinggal dengan aman.

Bab 6 — Rindu yang Menemukan Penawarnya

Bab 6

Rindu yang Menemukan Penawarnya

Makan siang itu akhirnya berakhir.

Satu per satu karyawan mulai meninggalkan meja. Beberapa masih bercanda sebelum kembali ke kantor, sementara Hanin bersama Maya berjalan lebih dulu menuju pintu restoran.

Darren hanya berdiri di tempatnya.

Matanya mengikuti langkah Hanin sampai wanita itu menghilang di balik pintu.

Aneh.

Hanya dengan melihatnya dari dekat, sesak yang selama ini memenuhi dadanya terasa sedikit berkurang.

Seperti seseorang yang telah menahan haus terlalu lama, kemudian akhirnya menemukan seteguk air.

Rindu yang selama tujuh tahun hanya bisa ia simpan dalam ingatan, hari ini akhirnya menemukan sedikit penawarnya.

Darren menarik napas panjang.

Hanin masih hidup.

Hanin masih tersenyum.

Hanin masih memiliki kebiasaan-kebiasaan kecil yang sama.

Itu sudah cukup untuk membuat hatinya tenang.

Namun ketenangan itu tidak bertahan lama.

Bayangan Roni kembali muncul di pikirannya.

"Wah, Roni makin dekat saja."

"Kayaknya cocok tuh."

Candaan teman-teman Hanin tadi terus terngiang di kepalanya.

Darren menghela napas kesal.

Seharusnya ia tidak peduli.

Tujuh tahun telah berlalu.

Hanin bukan lagi gadis yang dulu pergi meninggalkannya di depan gerbang panti sambil berjanji akan menunggunya.

Sekarang Hanin memiliki kehidupan sendiri.

Mungkin teman-temannya memang hanya bercanda.

Mungkin Roni memang hanya teman satu divisi.

Tetapi tetap saja...

Darren tidak menyukai cara pria itu memandang Hanin.

"Kenapa?"

Steve tiba-tiba berdiri di sampingnya.

Darren melirik sekilas.

"Kenapa apa?"

"Kamu dari tadi melihat ke arah pintu."

"Enggak."

Steve tersenyum tipis.

"Roni?"

Darren langsung menatapnya tajam.

"Jangan mulai, Steve."

Steve tertawa kecil.

"Saya belum bilang apa-apa."

Darren mengambil jasnya.

"Aku pulang dulu."

Sore harinya, pekerjaan kantor mulai selesai.

Lihat selengkapnya