DI PERTEMUAN YANG KEDUA

sudiani
Chapter #10

Chapter tanpa judul #10

Hanin akhirnya mengangguk.

“Baiklah.”

Darren menatapnya sejenak, seolah tidak menyangka ajakannya akan diterima semudah itu.

“Jalan?”

Hanin mengangguk lagi.

Mereka pun berjalan berdampingan menyusuri pasar malam.

Hanin sebenarnya berpikir sederhana. Mungkin Darren sedang suntuk dengan pekerjaannya. Mungkin seorang CEO juga membutuhkan waktu untuk melepas penat setelah seharian berkutat dengan urusan perusahaan.

Tidak ada yang aneh.

Tidak ada yang perlu dipikirkan terlalu jauh.

Namun jika seseorang melihat mereka dari kejauhan, pemandangan itu mungkin akan terlihat berbeda.

Dua orang dewasa berjalan berdampingan di bawah cahaya lampu pasar malam, sesekali berhenti melihat barang dagangan, ditemani suara musik dari wahana permainan dan tawa orang-orang yang berlalu-lalang.

Malam yang manis untuk sepasang kekasih.

Sayangnya, mereka bukan sepasang kekasih.

Setidaknya, bagi Hanin.

Darren justru terlihat jauh lebih menikmati malam itu daripada yang seharusnya.

“Kamu sudah berapa lama bekerja di Mahardana Group?” tanyanya membuka percakapan.

“Tiga bulan.”

“Baru tiga bulan?”

“Iya.”

“Bagaimana bisa sampai diterima di sana?”

Hanin tersenyum kecil.

“Awalnya saya hanya mencoba melamar. Tidak terlalu berharap juga.”

“Kenapa?”

“Karena Mahardana Group perusahaan besar. Saya pikir pelamarnya pasti banyak.”

Darren menahan senyum.

Dia tahu betul berapa banyak orang yang menginginkan posisi di perusahaannya.

Dan sekarang, perempuan yang berjalan di sampingnya justru mengatakan bahwa ia tidak terlalu berharap diterima.

“Kamu ternyata cukup percaya diri.”

Hanin langsung menoleh.

“Tidak juga.”

“Kenapa?”

“Karena kalau terlalu percaya diri nanti kecewa.”

Lihat selengkapnya