DI PERTEMUAN YANG KEDUA

sudiani
Chapter #18

Chapter 18

Darren berdiri di balik jendela ruang kerjanya, menatap halaman perusahaan yang mulai dipenuhi kendaraan karyawan yang hendak pulang.


Pikirannya masih tertuju pada satu orang.


Cintiya Arman.


Sejak gadis itu masuk ke Mahardana Group, Darren memang sudah merasa ada sesuatu yang tidak beres. Bukan karena Cintiya melakukan kesalahan dalam pekerjaannya. Justru sebaliknya.


Gadis itu terlalu tenang.


Terlalu mudah mendapatkan tempat di perusahaan.


Dan yang paling membuat Darren curiga, Cintiya bisa masuk ke perusahaan itu bukan karena proses rekrutmen biasa.


Kakeknya yang menginginkannya.


Darren mengembuskan napas panjang.


Ia sangat mengenal lelaki tua itu.


Crish Mahardana mungkin sudah semakin tua, tetapi egonya tidak pernah benar-benar menua.


Selama bertahun-tahun, lelaki itu selalu ingin mengetahui segala sesuatu tentang kehidupan Darren. Terutama satu hal yang paling sering ia tanyakan.


Dengan siapa Darren berhubungan.


Siapa perempuan yang dekat dengannya.


Dan apakah Darren sudah memiliki seseorang yang bisa disebut sebagai pasangan.


Bagi Crish, kehidupan pribadi Darren bukan lagi sekadar urusan cucu.


Itu adalah bagian dari permainan keluarga.


Darren menatap pantulan dirinya sendiri di kaca.


“Jadi, kau ingin tahu siapa yang dekat denganku, Kek?”


Tatapannya mengeras.


“Dengan mengirim Cintiya ke sini?”


Ia tidak yakin.


Tetapi Darren tidak pernah percaya pada kebetulan.


Terlebih jika menyangkut keluarganya.


Mahardana Group bukan hanya perusahaan besar yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.


Di balik nama besar itu tersimpan sejarah panjang tentang perebutan hak, saham, dan kekuasaan.


Perusahaan itu pada awalnya didirikan oleh Raya Mahardana, istri pertama Crish.


Raya adalah perempuan yang membangun fondasi Mahardana Group dari nol bersama suaminya. Namun orang yang kemudian membuat perusahaan itu berkembang jauh lebih besar adalah Paul Mahardana—ayah Darren.


Paul menghabiskan sebagian besar hidupnya untuk membangun perusahaan yang kelak menjadi salah satu perusahaan tekstil terbesar di Asia.


Namun semua berubah ketika sebuah rahasia keluarga terbongkar.


Crish ternyata memiliki seorang anak dari perempuan lain.


Arman.


Dan sejak saat itu, hubungan antara Paul dan ayahnya tidak pernah benar-benar sama.


Crish merasa Arman juga memiliki hak sebagai anak.


Paul tidak pernah menyangkal keberadaan Arman.


Yang ia tentang adalah cara ayahnya memperlakukan warisan keluarga.


Saham yang dimiliki Crish sebagian diberikan kepada Arman.


Namun saham yang diwariskan Raya kepada Paul jauh lebih besar.


Paul tidak pernah mau menyerahkan begitu saja apa yang menjadi hak ibunya.


Bukan semata-mata karena harta.

Lihat selengkapnya