DI PERTEMUAN YANG KEDUA

sudiani
Chapter #24

Chapter 24


Malam yang panjang akhirnya berganti pagi.

Hanin hampir tidak mendapatkan tidur yang cukup. Berkali-kali ia terbangun hanya karena pikirannya kembali pada pertemuan dengan Darren.

Tatapan itu.

Entah mengapa, semakin ia berusaha melupakannya, semakin jelas tatapan tersebut terbayang.

Pagi itu, setelah cukup lama duduk di tepi tempat tidur, Hanin akhirnya mengambil keputusan.

Ia ingin pergi ke panti.

Sudah cukup lama ia tidak berkunjung ke sana.

Selain ingin bertemu Bunda Sri, Hanin juga ingin melihat adik-adik yang selama ini tumbuh di tempat yang pernah menjadi rumahnya. Mungkin suasana panti bisa membuat pikirannya lebih tenang.

Hari ini kebetulan hari libur.

Tanpa banyak berpikir, Hanin bersiap dan berangkat.

Suasana panti asuhan tidak banyak berubah.

Bangunan sederhana itu masih berdiri seperti yang ia ingat. Halaman kecil di depan dipenuhi suara anak-anak yang bermain. Beberapa dari mereka berlari sambil tertawa, sementara yang lain sibuk dengan permainan masing-masing.

Begitu melihat Hanin datang, beberapa anak langsung berlari menghampirinya.

"Kak Hanin!"

Senyum Hanin akhirnya muncul.

Ia berjongkok dan menyambut mereka satu per satu.

"Sudah besar semua sekarang."

"Kak Hanin lama nggak datang."

"Iya, maaf. Kakak banyak pekerjaan."

Hanin mengusap kepala salah seorang anak yang berdiri di depannya.

Untuk beberapa saat, ia benar-benar merasa tenang.

Seolah-olah tempat ini mampu mengembalikan sebagian dirinya yang selama ini hilang.

Dari teras, Bunda Sri memperhatikan Hanin dengan tatapan penuh kasih.

Perempuan itu tersenyum.

Namun senyum tersebut tidak sepenuhnya bahagia.

Ada sesuatu yang selama ini ia simpan sendiri.

Sebuah rahasia yang bahkan tidak pernah ia ceritakan kepada Hanin.

Termasuk tentang seseorang yang beberapa waktu lalu datang ke panti.

Steve.

Laki-laki itu datang dengan sejumlah pertanyaan tentang masa lalu Hanin dan Johan.

Namun Bunda Sri tidak pernah mengatakan apa pun kepada Hanin.

Bukan karena ia ingin berbohong.

Ia hanya merasa ada hal-hal yang lebih baik tetap menjadi rahasia.

Karena sejak Steve menyebut nama Darren dan mulai mencari informasi tentang masa lalu mereka, Bunda Sri langsung mengetahui siapa sebenarnya laki-laki yang sedang dicari itu.

Johan.

Nama yang pernah digunakan Darren ketika tinggal di panti.

Nama yang hanya diketahui oleh orang-orang tertentu.

Dan Bunda Sri adalah satu-satunya orang yang mengetahui seluruh kebenaran tentangnya.


Ia tahu keluarga Darren.

Ia tahu latar belakangnya.

Ia tahu alasan mengapa Darren harus tumbuh jauh dari keluarganya.

Dan ia juga tahu betapa rumit kehidupan yang menunggu anak itu setelah ia dewasa.

Lihat selengkapnya