DI PERTEMUAN YANG KEDUA

sudiani
Chapter #37

37


Cahaya matahari pagi perlahan menembus celah tirai jendela. Hanin membuka matanya setelah beberapa saat terbaring dalam diam. Sesaat, ia menatap langit-langit kamar yang terasa asing sebelum akhirnya menyadari bahwa dirinya tidak lagi berada di tempat tinggalnya yang dulu.

Ia kini berada di rumah Darren Mahardana.

Laki-laki yang baru saja menjadi suaminya.

Hanin mengembuskan napas pelan. Ia menyingkirkan selimut, lalu beranjak dari tempat tidur. Setelah merapikan diri, ia keluar dari kamar dengan langkah perlahan.

Rumah itu terasa begitu tenang. Tidak ada suara percakapan, tidak pula tanda-tanda keberadaan Darren.

Hanin baru saja menuruni tangga ketika seorang perempuan yang mengenakan seragam asisten rumah tangga menghampirinya dengan senyum ramah.

"Selamat pagi, Nyonya."

Sapaan itu membuat langkah Hanin terhenti sejenak.

Nyonya?

Ia masih belum terbiasa mendengar panggilan tersebut, terlebih karena perempuan yang menyapanya bahkan belum pernah ia temui sebelumnya.

"Selamat pagi," jawab Hanin sopan.

Perempuan itu tersenyum semakin lebar.

"Perkenalkan, nama saya Sumiati. Tapi Nyonya boleh panggil saya Sumi saja. Saya yang bertugas mengurus keperluan rumah ini."

"Oh, baik. Saya Hanin. Panggil Hanin saja," ucapnya spontan.

Sumi menahan senyum. "Saya sudah tahu, Bu Hanin . Tuan Darren sudah memberitahu saya bahwa mulai hari ini Bu Hanin akan tinggal di sini."

Hanin hanya mengangguk kecil.

"Kalau begitu, mari, Bu Hanin. Saya sudah menyiapkan sarapan."

Sumi mempersilakannya menuju ruang makan.

Di atas meja telah tersedia beberapa hidangan sederhana. Ada roti panggang, selai, telur, dan segelas susu hangat. Semuanya tersusun rapi, seolah telah dipersiapkan dengan penuh perhatian.

Hanin menarik kursi, lalu duduk.

"Maaf, Bu Hanin. Tuan Darren tadi berangkat pagi sekali. Ada urusan mendesak yang harus beliau selesaikan di kantor," jelas Sumi sambil berdiri di dekat meja.

Hanin mengangkat wajahnya.

Lihat selengkapnya