Di Sini, Setelah Senja Trauma Bersarang

Langit Berawan
Chapter #5

BAB V

Biar kuceritakan tentang Jumat Hitam, Neil. Kalau kamu pikir bahwa Jumat Hitam adalah acara belanja gila-gilaannnya orang Amerika dengan diskon segede gambreng sehabis Thanksgiving, kau salah besar, Neil. Meski sama-sama meriah dan gila-gilaan, Jumat Hitam yang ini terkesan lebih khusu dan intim. Kalau kamu pikir Jumat Hitam adalah tiruan nomor sekiannya Halloween ini juga salah besar. Kamu tahu, Neil, para hantu bilang kepadaku bahwa acara tak berfaedah macam Haloween itu sebenarnya bukan malamnya pesta-pesti para hantu, itu hanya acara akal-akalannya manusia untuk mengingatkan diri mereka sendiri bahwa kematian pasti akan datang; mereka akan mengenakan kostum hantu sebagai cerminan diri tak langsung di masa setelah mati. Sedangkan acara kongkow-kongkow para hantu sesungguhnya adalah Jumat Hitam, tidak dirayakan pada akhir bulan Oktober di setiap tahunnya, tetapi pada hari Jumat pertama di awal bulan Desember.

Seluruh hantu wajib datang pada hari itu ke bekas tempat tinggal mereka semasa hidup. Ada syarat wajibnya; yaitu kamu harus berpenampilan semengerikan mungkin ketika pesta Jumat Hitam dilaksanakan—sebelas dua belaslah sama pesta Halloween. Ketika pesta berlangsung, mereka diwajibkan untuk mengikuti ritual, dan susunan acara yang sudah ditetapkan jauh jauh hari.

Hantu kembarlah yang pertama kali mengajakku ke acara Jumat Hitam. Dengan sikap manjanya yang tanpa ampun, mereka berkeras bahwa aku harus ikut serta dalam acara itu sebab, katanya, mereka sudah menganggapku sebagai adik yang tak pernah hadir. Jika tidak—mereka mengancam akan berbuat onar pada saat pesta berlangsung. Lihat saja, ujar salah satu si kembar, dengan wajah cemberut dan sedikit ancaman, jika Binar tak hadir di pesta itu, aku akan bikin perhitungan. Mr Sandy-lah yang pertama kali menentang ide si kembar. Terdengar konyol dan tak beralasan, gerutu Mr Sandy sambil melakukan kegiatan rutinnya; duduk di kursi malasnya seraya minum segelas darah dan sekaleng biskuit.

Hal itu terlalu beresiko, Sayangku, ujar Mrs Adler seraya tersenyum ramah, mendekati si kembar dan memberikan penjelasan tentang resikonya jika aku mengikuti acara Jumat Hitam. Lagi pula, Mr Adler menambahkan, belum pernah ada seorang manusia yang masih bernapas ikut serta dalam acara ini. Boleh saja kami—para hantu mengadakan pesta di rumah para manusia setahun sekali, tetapi kami tak pernah sekalipun menganggu ketenangan hidup mereka, sebab kami telah berjanji, ketika pesta berlangsung, dan hantu-hantu lain bermunculan, kami tak akan sekali pun menampakan diri, atau suara ribut kami terdengar di telinga manusia paling sensitif sekalipun. Urusan kami biarlah menjadi urusan orang-orang yang sudah mati, sebagaimana kami tak mau berurusan dengan masalah manusia.

Dan kalau Nona bersikeras untuk mengajak Binar kecil ke acara Jumat Hitam, masalah besar akan timbul, bukan hanya bagi kami—para hantu, tetapi bagi Binar itu sendiri.

Lihat selengkapnya