Di Sini, Setelah Senja Trauma Bersarang

Langit Berawan
Chapter #17

BAB XVII

Jadi inilah Maryana Basundari, gumam Neil seraya menatap wajah Maryana; tak bisa dipungkiri wajah  Maryana memiliki raut wajah sesosok cupid yang polos tanpa dosa, memang benar wajahnya yang sekarang berbalut riasan tebal; bibir merah yang terlihat penuh dan menggairahkan, pewarna pipi yang terlalu merah sehingga tampak seperti orang sedang marah, dengan alis sehitam jelaga dan bulu mata lentik, tetapi semua itu tak bisa menyembunyikan sikap tulus dan polosnya yang terpancar jelas di matanya yang kecil dengan dua bola mata biru gelap. Maryana Basundari mengenakan semacam seragam sekolah dengan kemeja berlengan pendek berwarna putih dan rok kotak kotak biru muda, kaus kaki selutut dan sepatu kets. Malam itu Neil Bayu sengaja pergi ke tempat kerja Maryana Basundari untuk membicarakan masalah Binar. Satu-satunya cara untuk bisa bicara secara pribadi dengan Maryana adalah dengan memesannya secara khusus untuk dirinya sendiri; jadilah sekarang ia di sini, duduk di hadapan Maryana Basundari yang sedang mengajaknya ngobrol dengan ramah seraya menari begitu menggoda di balik tirai merah yang tertutup. Seiring waktu berjalan, Maryana Basundari melepas pakaiannya satu-satu; memamerkan buah dadanya yang tidak terlalu besar dengan puting merah muda, kulitnya putih terawat, terlihat halus jika diraba, lalu Maryana membuka rok kotak-kotaknya yang pendek, sehingga terpampang nyatalah celana dalam talinya yang minimalis. Binar menatapnya tanpa ekspresi karena memang ia tak tertarik pada tubuh perempuan kecuali menganggapnya sebuah keindahan. Ketika Maryana Basundari hendak membuka celana dalam talinya, Binar mencegahnya dan bilang, cukup Maryana, sudah cukup.

Aku datang ke sini karena ingin menyelamatkan anakmu dari bahaya, ujar Neil yang kini bangkit dari tempat duduknya yang nyaman seraya menatap wajah Maryana yang terlihat terkejut dengan pengakuan dari pelanggannya.

Kamu siapa? Tanya Maryana penasaran.

Namaku Neil Bayu, tetangga rumahmu. Lantas tanpa basa basi dan takut, Neil Bayu menceritakan seluruh kisah yang telah terjadi pada diri dan anaknya; dimulai dari pertemuan pertama mereka karena ancaman hantu Jatmiko, kemudian menceritakan dirinya selalu datang setiap malam untuk melindungi Binar dari ancaman hantu, sampai pada ketakpercayaan dirinya bahwa anak itu sedang mempermainkan dirinya hanya karena anak itu tertarik padanya, dan (mungkin ini sulit dipercaya Maryana) pertemuan dirinya dengan para hantu yang selama ini merawat dan berteman baik dengan Binar. Dan sosok Jatmiko yang mengancam akan membunuh anak itu jika tidak pergi dari rumah itu. Mau tak mau Neil harus membawa Binar menginap di rumahnya sebagai upaya penyelamatan.

Lihat selengkapnya