Di Sini, Setelah Senja Trauma Bersarang

Langit Berawan
Chapter #27

BAB XXVII

Malam itu, tepat saat jam dinding kayu di ruang tengah rumah Neil Bayu berdentang dua kali membelah kesunyian dini hari yang mencekik, sepotong hawa dingin yang teramat tidak wajar mendadak merembes masuk membelah celah-celah ventilasi kamarnya, membawa aroma ektoplasma bercampur bau hangus kain yang sekonyong-konyong membekukan sirkulasi udara di sekeliling ranjangnya. Neil terlonjak dari tidur lelapnya yang gundah didera keringat dingin yang membasahi pakaian, seluruh urat sarafnya menegang kaku tatkala kesadarannya dipaksa meluncur masuk kembali ke dalam labirin ranjang mimpi yang disusupi oleh sepasang hantu kembar yang melayang rendah di atas udara kosong. Kali ini, rupa fisik dua arwah anak-anak itu tidak lagi memancarkan kejenakaan yang lucu atau menggemaskan layaknya momen pertemuan manis di bawah pendar lilin tempo hari; sepasang gaun Cinderella merah muda kebanggaan mereka telah robek-robek compang-camping berselimut jelaga hitam dan abu hangus yang ganjil, memamerkan susunan rangka tulang rusuk kecil mereka yang retak-retak mengelupas akibat hantaman energi hitam yang merusak. Dengan pergerakan aneh serupa gerakan renang yang lambat di dalam gulita mimpi, si kembar merunduk lekat-lekat ke depan wajah Neil, mengeluarkan desis bisikan parau yang bergetar serempak dari balik bibir mereka yang pecah-pecah kering, mengabarkan bahwasanya iblis Jatmiko kini tengah mengamuk sejadi-jadinya membelah isi rumah peninggalan keluarga Lebron, melancarkan agresi destruktif tanpa ampun untuk menguliti sisa-sisa pasokan energi spiritual para arwah penghuni tetap karena benteng pertahanan mereka telah runtuh total semenjak raga Binar Basundari dikurung rapat di dalam kamar terisolasi tanpa memegang sekat perlindungan salib kuno ataupun lilitan rosario pendeta suci yang kemarin malam disita secara paksa oleh aparat kepolisian Polsek Bintaro Tua. Koloni arwah baik hati kini tengah sekarat didera siksaan fisik jahanam, tertahan di bawah cengkeraman cakar berdarah sang iblis merah yang kian leluasa menyedot kekuatan takhta neraka seiring melonggarnya dinding pembatas antar-dimensi menjelang datangnya ritual agung di gang mati itu, memaksa si kembar nekat menembus batas mimpi Neil untuk melontarkan maklumat darurat bahwasanya jika pria tegap itu tidak segera melompat memutus kontrak sunyi hukum manusia hidup untuk datang menghancurkan jangkar memori pembantaian di bawah atap Basundari sebelum fajar menyengat, maka sisa kewarasan dan nyawa Binar dipastikan akan habis dilumat tanpa sisa oleh marak amarah Jatmiko yang kian liar tak terkendali.

Binar! 

Sebelum terlambat!

Persetan dengan ancaman penjara!

Persetan dengan kontrak yang mengunci langkahku!

Lihat selengkapnya