Di Tengah Pandangan yang Menghakimi

Nova Yarnis
Chapter #15

Cinta Berubah

Beberapa perasaan tidak hilang meskipun waktu berjalan. Mereka hanya berubah bentuk.

Menjadi lebih tenang.

Lebih dalam.

Dan sering kali jauh lebih sulit diabaikan.

Setelah pertemuan malam itu di warung kopi, hidupku kembali berjalan seperti biasa. Aku tetap mengajar di sekolah, menilai tugas siswa, dan menjalani hari-hari dengan ritme kota yang cepat.

Namun ada satu hal yang berubah. Arga tidak lagi hanya menjadi kenangan dari masa lalu. Ia sekarang benar-benar ada di kota yang sama.

Beberapa hari setelah pertemuan kami, ia mengirim pesan singkat.

Apakah Ibu sibuk akhir pekan ini?

Aku membaca pesan itu beberapa kali sebelum menjawab.

Tidak terlalu.

Beberapa detik kemudian balasan muncul.

Kalau begitu saya ingin menunjukkan sesuatu.

Aku sempat ragu.

Namun akhirnya setuju.

***

Sabtu sore itu Arga menjemputku di depan sekolah dengan sepeda motor tua yang terlihat sangat terawat.

“Apa ini?” tanyaku ketika melihatnya.

“Motor pertama saya,” katanya bangga.

“Kamu membelinya?”

Ia mengangguk.

“Saya bekerja paruh waktu di sebuah bengkel.”

Aku menatapnya dengan sedikit takjub.

“Dan kuliah juga?”

“Tidak mudah,” katanya sambil tertawa kecil.

“Tapi saya menikmatinya.”

Kami berkendara melewati jalan kota yang ramai sampai akhirnya berhenti di sebuah bangunan kecil di pinggir jalan utama.

Di depan bangunan itu ada papan sederhana bertuliskan: Studio Desain Arga Pratama

Aku menatapnya dengan kaget.

“Ini milikmu?”

“Belum sepenuhnya,” katanya.

“Saya bekerja di sini bersama dua teman kuliah.”

Ia membuka pintu dan mengajakku masuk.

Di dalam ruangan itu ada beberapa meja kerja, komputer, dan papan besar yang dipenuhi sketsa desain bangunan.

Aku berjalan perlahan melihat-lihat.

“Kamu tidak pernah bilang tentang ini.”

Lihat selengkapnya