Di Tengah Pandangan yang Menghakimi

Nova Yarnis
Chapter #20

Dunia Akhirnya Diam

Pada akhirnya, dunia tidak pernah benar-benar berhenti berbicara. Ia hanya kehabisan alasan untuk terus menghakimi.

Beberapa minggu setelah malam ketika Arga mengatakan bahwa ia memilih untuk tetap tinggal, aku akhirnya membuat keputusan yang selama ini kutunda.

Aku mengundurkan diri dari sekolah.

Hari ketika aku menyerahkan surat itu terasa seperti berjalan keluar dari sebuah kehidupan yang pernah sangat kucintai.

Kepala sekolah membaca surat pengunduran diriku dengan wajah yang tidak lagi sekeras sebelumnya.

“Apakah kamu yakin?”

Aku mengangguk.

“Ini keputusan yang sudah saya pikirkan lama.”

Ia menatapku sebentar sebelum berkata,

“Saya sebenarnya tidak pernah meragukan kemampuanmu sebagai guru.”

Aku tersenyum tipis.

“Kadang kemampuan bukan satu-satunya hal yang dinilai orang.”

Ia tidak membantah.

Ketika aku keluar dari ruangannya, langkahku terasa lebih ringan sekaligus lebih berat.

Lebih ringan karena satu bab dalam hidupku akhirnya selesai. Lebih berat karena aku tidak tahu dengan pasti seperti apa masa depan yang menunggu.

***

Arga menungguku di luar gerbang sekolah. Ketika aku berjalan keluar, ia langsung memahami dari wajahku bahwa keputusan itu sudah diambil.

“Kamu benar-benar melakukannya?”

Aku mengangguk.

“Aku tidak ingin terus hidup di tempat yang membuat semua orang merasa aku adalah kesalahan.”

Arga menatapku dengan campuran rasa bangga dan sedih.

“Sekolah itu kehilangan guru terbaiknya.”

Aku tertawa kecil.

“Mungkin.”

Kami berjalan menyusuri trotoar tanpa banyak bicara. Namun untuk pertama kalinya sejak cerita ini dimulai, langkah kami terasa searah.

Tidak ada lagi rahasia.

Lihat selengkapnya