Di Tengah Pandangan yang Menghakimi

Nova Yarnis
Chapter #25

Konfrontasi Terbuka

Gedung konferensi itu megah, dengan lampu kristal yang memantulkan kilau emas di seluruh aula. Suara langkah kaki pengunjung bergema di lantai marmer, sementara meja registrasi sibuk melayani tamu VIP. Aku berdiri di sisi panggung, memeriksa catatan acara, mencoba tetap tenang meski hatiku berdetak lebih cepat dari biasanya.

Arga datang menyusul, rapi dengan jas gelap yang pas di tubuhnya. Matanya memindai setiap sudut ruangan, dan aku bisa merasakan ketegangan yang sama di dadanya ketegangan yang bukan hanya soal proyek, tapi tentang semua yang telah kami lalui.

“Siap?” tanyaku, menyesuaikan posisi di sampingnya.

Ia mengangguk singkat. “Selalu siap kalau bersamamu.”

Aku tersenyum tipis, tetapi tidak lama kemudian, bayangan yang selama ini menghantui kami muncul di depan pintu masuk. Maya.

Ia berjalan dengan percaya diri, high heels yang berkilau menandai setiap langkahnya, rambut tergerai rapi, senyum tipis yang sama yang dulu pernah membuat Arga terpana, kini terasa seperti ancaman nyata. Mata Maya bertemu mataku sebentar seolah menantang, seolah berkata, “Aku di sini untuk menguji kalian.”

Langkahnya mantap menuju area VIP, lalu ia menatap Arga dan berkata cukup keras agar didengar banyak orang:

“Arga… aku tidak menyangka kamu membawa guru lamamu ke acara ini.”

Lihat selengkapnya