Hari itu terasa berbeda. Aula konferensi nasional dipenuhi oleh deretan investor, pejabat, dan media. Lampu-lampu sorot menyoroti setiap sudut panggung, menekankan kemegahan acara. Aku berdiri di sisi panggung, menyesuaikan setelan blazer hitamku, merasakan getaran campur aduk: tegang, bersemangat, dan sedikit gugup.
Arga menatapku sejenak sebelum melangkah ke panggung. Matanya menunjukkan keteguhan yang tak tergoyahkan, dan aku tahu ini adalah momen yang akan mengubah segalanya.
Sejak gosip tentang masa lalu kami tersebar, tekanan dari investor dan masyarakat terasa hampir tak tertahankan. Beberapa pertanyaan bernada meragukan datang dari pihak yang sebelumnya mendukung. Namun, kami tahu, inilah saatnya membalik keadaan.
***
Ketika Arga memulai presentasinya, aku berdiri di samping, siap membantu jika diperlukan. Setiap slide yang muncul di layar menampilkan data proyek dengan akurasi yang memukau, hasil kerja keras Arga selama bertahun-tahun. Suara Arga mantap, mengalir, dan memikat audiens.
Aku merasakan kepercayaan diri yang tumbuh dalam diriku sendiri. Selama ini, aku selalu khawatir orang akan menilai aku hanya sebagai “guru mantan muridnya,” tetapi di panggung ini, aku menunjukkan kemampuan professional kompetensi yang diakui secara nasional.
Seorang investor menatapku dengan penuh perhatian, lalu tersenyum. “Sungguh luar biasa. Tim ini bekerja sangat profesional.”
Mendengar itu, jantungku terasa ringan. Semua keraguan, semua gosip, seolah sirna di hadapan fakta dan kemampuan kami.