Di Ujung Hujan

Anggri Saputra
Chapter #11

Bab 11

Di hari yang sama di tempat terpisah.

Seorang wanita paruh baya yang masih terlihat cantik berdiri di balkon rumahnya. Rumah bergaya minimalis, tapi terlihat futuristik. Ada banyak kaca besar menutupi hampir seluruh bangunan rumah, sengaja dibuat seperti itu untuk menghemat penggunaan listrik di siang hari.

Saat itu mata si wanita paruh baya sedang menatap ke arah kucing warna putih peliharaan anaknya. Kucing itu sedang bermain di taman yang luas, bersama anaknya yang memiliki bulu dua warna yakni putih dan abu-abu, wajar karena bapak si anak kucing berwarna abu-abu.

"Hmm, sayang sekali ibu kucing itu pada anaknya."

Ada yang aneh dengan tatapan wanita itu, seolah dia sedang membayangkan sesuatu.

"Mom, dad calling!"

Wanita paruh baya itu memutar tubuhnya, pandangan matanya menatap seorang gadis berambut panjang dengan kulit putih bersih.

Gadis itu masih terlihat muda dan cantik, hanya saja sama sekali tak memiliki raut wajah yang sama dengan si wanita paruh baya yang dipanggilnya 'Mom'.

"Ada apa Papamu mencari Mama?" tanya wanita paruh baya itu.

"Entahlah." Gadis itu mengangkat pundaknya.

"Papamu di mana?" 

"Dad ada di ruang kerjanya. Oya, Mom boleh minta uang? Ada yang mau aku beli."

"Mau beli apa?" 

"Ya, biasa. Keperluan sekolah. Sama kalau boleh minta tambahan buat traktir Sonya dan Gina."

"Boleh. Ayo, turun! Uang Mama ada di dompet di kamar."

Kedua wanita itu pun turun bersama. Mereka bergandeng tangan, lebih tepatnya yang muda menggandeng mesra yang tua.

Sebenarnya mereka bukan ibu dan anak yang memiliki ikatan darah. Ratih si wanita paruh baya itu terus menatap Riani si gadis yang diadopsi dari sebuah panti asuhan tujuh belas tahun yang lalu. 

Kini usia Riani mendekati delapan belas tahun tiga hari lagi.

Sebelum menemui Aris suaminya, Ratih masuk ke kamar untuk mengambil uang dari dalam dompetnya dan memberikan ke tangan Riani.

Sebenarnya Riani diberikan sebuah kartu kredit dan ATM dengan jumlah yang tak sedikit. Tapi dia memilih untuk tak memakai kedua kartu itu, lebih senang meminta langsung, alasannya biar ada komunikasi antara dirinya dan kedua orang tuanya walau hanya sekedar meminta uang.

"Apa lima ratus ribu cukup?" tanya Ratih sambil menyodorkan uang pecahan seratus ribu.

"Too much Mom. Aku butuh dua lembar saja." Riani menarik dua lembar uang yang dipegang Ratih.

"Loh, katanya mau traktir Sonya dan Gina."

Lihat selengkapnya