Kamu hari ini bisa jemput aku kan? Kita jalan bareng? Sudah 2 bulan ini kamu sibuk terus?
Renjana menatap layar ponselnya. Tiga centang biru. Dibaca.
Satu menit. Dua menit.
"Langit sedang mengetik..." muncul, hilang, muncul lagi.
Akhirnya.
Langit: "Maaf aku belum bisa Na, kerjaan aku lagi padat banget. Kamu yang sabar ya nanti kalau aku senggang kita jalan."
Renjana menghela napas. Jemarinya bergerak cepat.
Renjana: "Kamu selalu alasan sibuk terus? Aku juga perlu perhatian kamu, kita juga perlu mempersiapkan pertunangan kita."
Langit: "Iya aku tahu, tapi aku lakuin ini juga demi masa depan kita Na, aku ingin saat menikah nanti kita sudah punya rumah sendiri."
Renjana: "Aku tahu, tapi apa nggak bisa sehari aja luangin waktu buat aku. Aku juga pengen ngobrol sama kamu Langit."