DIA, AZHARKU

Nina Nola Boang M
Chapter #22

Aku Malu!

Ku sandarkan tubuhku sembari menengadahkan kepala ke langit-langit ruangan pribadiku ini. Aku berdehem agak panjang dari biasanya. Ingatanku kembali melayang tentang malam itu. Dimana Azhar dan aku hampir saja melakukan hal yang menjijikkan. Namun, jujur saja sebenarnya aku juga tak ingin melepaskan adegan dewasa yang akan kami lakukan. Rasa cinta ini yang membuatku begitu berat untuk memutuskan mana yang baik dan yang buruk dalam hidupku.

"Ray..." Suara Tamara mengagetkanku.

Aku memperbaiki posisi dudukku dan berpura-pura tidak memikirkan sesuatu. "Ya?" jawabku.

"Kau tidak makan siang?" tanyanya lagi sembari memperhatikan gerak-gerikku.

"Oh?"

"Kau kenapa?"

Aku menggeleng sambil tersenyum. "I'm Okay!" jawabku dengan lugas.

"Yakin?"

Aku mengangguk. Dengan cepat, ku bereskan beberapa map berwarna kuning di atas meja dan meraih dompet serta telepon genggam dari dalam laci.

"Kau tidak sakit, kan?" Tamara memandangku dengan tatapan aneh.

Aku menggeleng. "Aku baik-baik saja. Kau yang kenapa?" balasku seolah ingin membalikkan keadaan yang hampir saja membunuhku tadi.

Tamara mengangkat bahunya. "Aneh! Kau memang aneh beberapa waktu ini!" sahutnya kemudian memutar badannya ke arah pintu.

Aku masih diam. Aku tidak ingin membuat Tamara semakin curiga dan mengintrogasiku layaknya seorang polisi. Ku ikuti langkahnya keluar dari ruangan ini.

Kami sampai di sebuah cafe yang tak jauh dari kantor. Aku duduk menghadap jendela yang langsung menembus pintu masuk kantor.

"Kau pesan apa? Seperti biasa?" tanya Tamara yang saat itu sedang memegang buku menu.

Aku mengangguk tanpa banyak membantah.

Tamara segera menyerahkan buku menu itu pada pelayan setelah memesan makanan siang kami.

"Akmal mana?" tanyaku saat lelaki yang super protected itu tak juga nampak batang hidungnya.

"Kau tidak tahu?" Tamara mengernyitkan dahinya memandangku.

Aku menggeleng dengan heran.

"Dia ke luar kota, Ray."

Lihat selengkapnya