Sesampainya di bawah semua sudah tersusun rapi, hidangan lezat dan berbagai macam makanan penutup tersaji di atas meja.
Mereka makan bersama dengan nikmat. Bi Siti juga berada di meja yang sama dengan mereka.
Acara ulang tahun Echa sengaja di buat di rumah tanpa mengundang orang lain. Karena Echa mau ulang tahun nya hanya bersama keluarga. Namun kali ini semua kerabat Echa tidak bisa menghadiri ulang tahun nya. Bahkan pamannya yang berada di kota yang sama mendadak ada urusan yang mendesak.
Setelah selesai makan malam, Echa dan keluarga nya merayakan ulang tahun Echa. Disana sudah disiapkan berbagai macam hadiah dan kue ulang tahun yang berwarna putih dan pink.
Mereka menyanyikan lagu ulang tahun untuk Echa dan sekarang saatnya Echa berdoa. Namun belum sempat ia mengucapkan sepatah kata di luar terdengar bunyi tembakan dan langkah kaki yang menerobos masuk ke dalam mansion.
Doorr...
Dorrr...
Mendengar itu Rico langsung memberikan Echa kepada bi Siti. Rico juga menyuruh istrinya untuk ikut bersama akan tetapi Siska menolak ia tidak akan meninggalkan suaminya dalam keadaan seperti ini.
Echa yang terkejut akan hal itu menangis histeris. Untung saja bisa di tenangkan oleh Bi Siti. Echa dengan kepintaran segera meredam rasa takutnya dan ikut bersama bi Siti.
"Hahaha seperti nya saya datang di waktu yang tepat, apa kalian tidak menyambut ku?".
"Siapa kamu? Apa tujuan mu?".
"Hahaha tidak perlu buru-buru bukankah disini ada acara kenapa kita tidak bersulang sebagai hadiah pertemuan?".
"Jangan banyak tingkah jelaskan apa tujuan mu".
"Aahh baiklah ...kau sangat tidak sabaran ingin bertemu pencipta mu hahaha".
Pria itu duduk dengan menyilangkan kedua kakinya. Sedangkan Rico dan Siska menatap waspada orang-orang bersenjata di sekitar nya.
"Serahkan data penelitian kalian!".
"Itu tidak akan terjadi saya tidak akan membiarkan penelitian saya ke tangan orang yang tidak bertanggung jawab sepertimu".
"Saya tidak ingin mengulangi perkataan saya".
Sorot mata pria itu semakin menajam. Keinginannya akan penelitian itu semakin besar.
"Apa pun yang terjadi saya tidak akan memberikan nya".
Pria itu mulai emosi dan berdiri di tempat. Kemudian ia memerintah kan anak buahnya untuk menyiksa suami istri itu hingga mereka mau menyerahkan data tersebut.
"Siska mereka sampai mereka menyerahkan data itu".