Diantara Rterik dan Harmoni

Novia Andriani
Chapter #2

Langit Sydney dan Harmoni#2

Bab 6: Benua Baru, Impian Ganda

​Udara pagi di Sydney menyambut Kirana dengan embusan angin sejuk yang beraroma laut. Lima tahun terbentang di depan matanya sebagai sebuah kanvas kosong yang harus ia lukis ulang. Di bawah pengawasan tidak langsung sang papa, Kirana memulai babak baru hidupnya di salah satu universitas bisnis terkemuka di Australia.

​Jurusan bisnis dipilih bukan tanpa alasan; itu adalah gerbang utama agar ia bisa pulang ke Jakarta dan meneruskan imperium logistik milik Omardhi. Namun, di balik tumpukan buku manajemen strategis, laporan keuangan, dan analisis pasar global, Kirana menyimpan sebuah rahasia kecil yang hanya ia bagi dengan dirinya sendiri: ia mendaftarkan diri di sebuah akademi pariwisata dan penerbangan lokal untuk mengambil spesialisasi tourism and hospitality.

​Cita-cita terpendamnya sejak kecil sangat sederhana namun penuh makna—ia ingin menjadi seorang pramugari internasional. Bukan karena ia butuh penghidupan, melainkan karena ia ingin merasakan sensasi terbang menembus batas negara, melihat sudut-sudut dunia dengan usahanya sendiri, dan yang paling penting: ia ingin mengajak Papa, Mama, dan Oma Siska berkeliling dunia menggunakan fasilitas tiket gratis maskapai tempatnya bekerja kelak, meskipun ia sangat tahu bahwa keluarganya mampu membayar tiket kelas utama kapan pun mereka mau.

​Hari-hari di Australia berjalan sangat padat. Kirana menjelma menjadi sosok wanita muda yang tangguh. Jadwal kuliah bisnis yang ketat di pagi hari disambung dengan kelas pariwisata di sore hari. Tidak cukup sampai di situ, untuk melatih kemandirian mentalnya, Kirana juga mengambil pekerjaan serabutan (part-time) sebagai pelayan di sebuah kafe kampus dan pengajar musik privat bagi anak-anak ekspatriat di akhir pekan. Uang jajan dari papanya lebih dari cukup, tetapi sensasi menghasilkan uang sendiri memberikan kepuasan batin yang menenangkan jiwanya yang sempat terluka di masa lalu.

​Bab 7: Cinta, Pizza, dan Mobil Sport Berlogo

​Di tengah kesibukan yang menyita waktu itu, takdir mempertemukannya dengan Arya.

​Arya adalah tipikal pemuda Indonesia yang merantau ke Sydney. Lahir sebagai anak bungsu dari keluarga pejabat tinggi di tanah air, hidup Arya seharusnya bergelimang fasilitas mewah tanpa harus bersusah payah. Namun, dinamika hubungan mereka berubahlah ketika Kirana mengajukan satu syarat mutlak sebelum mereka melangkah ke jenjang yang lebih serius di masa depan.

​"Kalau kamu mau serius sama aku, kamu harus belajar mandiri, Arya. Jangan terus-terusan mengandalkan kartu kredit Papa kamu di Jakarta," ucap Kirana suatu malam di apartemennya, menatap lurus ke mata kekasihnya itu.

​Arya yang awalnya terbiasa hidup manja, terpukul sekaligus tertantang oleh ucapan Kirana. Demi membuktikan bahwa dirinya pantas bersanding dengan gadis mandiri seperti Kirana, Arya mengambil keputusan nekat: ia melamar pekerjaan sebagai pengantar pizza paruh waktu di sebuah gerai lokal terkenal.

​Kejadian itu sempat menjadi bahan tertawaan di kalangan anak-anak mahasiswa Indonesia di Sydney. Bayangkan saja, sebuah mobil sport mewah merek Eropa berharga miliaran rupiah yang dikirim langsung dari Jakarta untuk Arya, kini di bagian pintu sampingnya terpasang logo kotak merah besar bertuliskan merek pizza delivery.

Lihat selengkapnya