Dianthus: Kesempatan Kedua

Azalea Rhododendron
Chapter #7

Berkerja Sama & Waspada

"Cieeee datang bareng pak bos!"

"Cieeeee!"

Aku memakaikan bibirku lipstik dengan wajah datar. "Diem!" seruku pada mereka yang masih sibuk menggodaku.

"Aku gak ada apa-apa sama bos! Jadi berhenti menggodaku!"

"Ah, masa!" ucap Aldo membuatku ingin melempar lipstik dan kaca yang ada di tanganku ke muka menyebalkannya itu.

Semua orang menggodaku, kecuali Reka yang aku tahu memang menyukai bos. Dia hanya diam sambil menatap diriku.

"Lagi pula bos hanya ingin kelihatan baik di depanku agar nantinya aku bisa mengatakan hal-hal baik tentangnya ke sepupuku yang dia sukai," ucapku dengan kesal.

"Memang lo bakalan cerita kalau dikasih tumpangan sama pak bos ke sepupu lo itu?" kali ini Anjani yang bertanya.

"Ya kalau sepupu gue tanya sih." lalu kami pun tertawa kecil kecuali Reka. Karena dari rumor yang aku dengar, Reka menyukai pak bos. Gawat! Aku tidak mau mempunyai musuh dalam selimut di tempat kerjaku ini. Dia mungkin diam saja jika pak bos menyukai sepupuku, tapi apa dia diam saja jika berpikir pak bos menyukaiku?

"Lagi pula jika pak bos menyukaiku, aku tidak akan semenderita sekarang kan!" lalu tawa rekan-rekanku makin kencang.

"Iya juga ya? Hahahaha!"

"Malah kalau dia yang suka sama sepupuku, kalian yang enak!" seruku kesal sambil memasukan kaca kecil dan lipstik ke dalam tasku. "Sisa pekerjaan kalian malah dialihkan padaku karena dia iseng doang." tawa mereka makin kencang mendengar ucapanku itu.

"Lah iya, bener! Kasihan bener lo Dian." ucap Lena.

"Lagian salah lo sendiri sih, kenapa lo gak terima aja jadi mak comblangnya pak bos sama sepupu lo itu? Karena lo nolak jadi mak comblang kan jadi diisengin sama pak bos,"

"Ya Rosanya gak mau. Gak mungkin kan aku jadi mak comblang terus kek nyuruh-nyuruh dia terima apa yang dikasih pak bos? Jatuhnya aku maksa dong sama sepupu sendiri? Lagian pak bos juga udah kukasih tahu apa aja yang jadi kesukaan dan kebiasaan Rosa. Tinggal pak bos sendiri aja mau mendekati Rosa seperti apa." jelasku panjang lebar pada rekan-rekanku ini.

"Tapi tetap aja aku dikerja rodi seperti ini sampe sakit. Padahal udah baik aku kasih tahu kesukaan Rosa itu!" aku bisa melihat beberapa rekanku menahan tawa, bahkan Reka yang sejak tadi diam ikut tertawa juga.

Lihat selengkapnya