Setelah selesai mandi dan berganti pakaian, aku segera menunaikan kewajibanku sebagai seorang muslim yaitu shalat Zuhur.
Setelah sehabis salam, aku mengangkat kedua tanganku.
'Ya Allah, maafkan Hamba yang banyak salah baik kata maupun perbuatan. Hapuskanlah dosa Hamba selama ini Ya Allah dan lapangkanlah hati dan rejeki Hamba ya Allah.'
Aku menutup mataku dan tiba-tiba saja teringat Zacharia dan Asher.
'Apa ini Ya Allah. Apa yang Hamba rasakan semalam itu? Kenapa rasanya Hamba sudah rasakan bertahun-tahun? Apakah semalam itu hanyalah mimpi semata dan Hamba dibangunkan. Ataukah ini yang sebenarnya mimpi dan Hamba belum dibangunkan Asher serta Zacharia? Ataukah Hamba beneran kembali ke masa lalu? Hamba tidak tahu apa yang harus Hamba lakukan sekarang, selain berserah diri kepadamu Ya Allah.'
Aku terdiam sebentar sebelum akhirnya melepaskan mukena dan melipat sejadahku. Lalu berdiri dan meletakkan semua perlengkapan shalatku dengan rapi di tempatnya semula.
Aku melihat jam di Ruangan itu telah menunjukkan pukul 12.45 siang. Cukup lama juga aku izin mandi dan shalat ya.
Aku mulai berjalan keluar dari Ruangan Istirahat Karyawan dan melihat Kafe lumayan sepi. Ya, masih ada beberapa pelanggan yang tengah makan atau mengobrol dengan temannya. Aku melihat ada Aldo dan Rama tengah mengobrol dengan Ratih di kasir Kafe.
Aku memilih untuk kembali ke Ruangan tadi di mana kami karyawan kumpul untuk beristirahat.
Di sana ternyata masih ada yang lain. Anjani, Reka, Lena dan yang lainnya.
Anjani yang lebih dulu sadar kalau aku mendekat.