Dianthus: Kesempatan Kedua

Azalea Rhododendron
Chapter #14

Keputusan

Dianthus dan Rosa kembali duduk di ruang tunggu. Dianthus membuka kantong plastik hitam yang diberikan Nenek Sunih kepadanya tadi.

"Kamu makan sedikit, ya? Ini ada kue yang tadi diberikan Nenek Sunih," ujar Dianthus sambil memilihkan kue yang bisa dimakan Rosa.

Namun, Rosa menggelengkan kepalanya saat melihat kue yang disodorkan Dianthus kepadanya.

"Enggak nafsu makan, Dian."

Dianthus langsung cemberut mendengar jawaban Rosa.

"Makan sedikit saja, ya. Nanti kamu kelaparan. Tante sedang dirawat, jadi kamu juga tidak boleh sakit."

Dianthus sedikit mendesak Rosa agar sepupunya itu mau menerima kue yang diulurkannya. Namun, Rosa tetap menolak dengan alasan tidak nafsu makan.

"Bagaimana aku bisa makan saat Mama sedang dirawat di dalam, Dian?"

Dianthus pun menyerah dan memasukkan kembali kue itu ke dalam kantong plastik hitam yang dipegangnya. Ia mengembuskan napas panjang melihat betapa keras kepalanya sepupunya itu.

"Ros, kamu yakin akan melakukan itu?" tanya Dianthus, mengacu pada keputusan Rosa sebelumnya.

"Iya," jawab Rosa tegas sambil menahan kedua tangannya yang masih gemetar.

"Terus bagaimana kalau Tante sudah sadar dan tahu? Kamu dengar, kan, apa kata dokter tadi? Apa yang kita lakukan ini akan berhubungan dengan polisi. Terlebih lagi, kita melakukan visum tanpa persetujuan Tante?!"

Tanpa menoleh kepada Dianthus, Rosa menjawab, "Ya, aku tahu apa yang aku lakukan. Tapi aku enggak peduli. Yang terpenting, pelaku yang sudah menyakiti Mama akan ditangkap polisi!"

Udara terasa sesak, menyelimuti ketegangan di antara Dianthus dan Rosa.

"Bahkan jika pelakunya adalah Om sendiri? Suami Tante? Papa kamu?"

Kedua tangan Rosa mengepal erat mendengar ucapan Dianthus.

"Dian!" ucap Rosa dengan nada geram.

"Maaf, Ros."

"Aku sudah tidak peduli lagi pada orang itu, Dian. Orang itu telah berkali-kali menyakiti Mama. Bahkan sekarang lebih parah. Kesabaranku sudah habis."

"Kalaupun dia ditangkap polisi, aku sudah tidak peduli lagi."

Lihat selengkapnya