Dianthus: Kesempatan Kedua

Azalea Rhododendron
Chapter #17

Keterangan

Dianthus keluar dari mobil polisi. Dia menoleh pada pak polisi yang membawanya ke sini.

Dia menatap langit yang mulai menggelap. Warna sore kemerahan langit mulai hilang tertutup gelap gulita.

Dia menoleh pada pak polisi yang membawanya ke sini. "Terima kasih atas tumpangannya, pak."

"Sama-sama, Nak. Nah kamu bisa masuk ke dalam dan ambil barang-barang yang dibutuhkan," ucap polisi itu.

Dianthus menganggukkan kepalanya dan langsung berjalan masuk ke dalam rumah.

Petugas polisi yang awalnya ingin memasang pembatas menahan Dianthus.

"Eh jangan ditahan! Dia salah satu penghuni rumah dan mau ngambil barang-barangnya di dalam," jelas pak polisi yang mengantar Dianthus tadi. Hampir semua orang menoleh ke arah mereka.

"Ouh begitu ya? Kalau begitu, silahkan masuk nona." petugas yang tampaknya seumuran Dianthus itu mundur dengan wajah menahan malu.

Dianthus hanya tersenyum kecil. "Tidak masalah." setelah itu dia kembali berjalan masuk ke rumah.

Wajah Dianthus menjadi sedih karena melihat betapa berantakannya teras rumah persis seperti yang dia ingat. Jendela yang pecah, lantai keramik yang retak dan kursi yang terbalik.

Dengan langkah pelan, Dianthus memasuki rumah yang pintunya memang telah terbuka dari awal. Dianthus lupa menutup pintu itu karena terlalu fokus dengan Rosa serta tante Dayanti.

Bagian dalam rumah tetap seperti di awal yang dia lihat, hancur dan berantakan. Di dalamnya ada beberapa petugas yang sibuk memotret dan memperhatikan beberapa bagian rumah. Mereka menatap Dianthus yang baru saja masuk.

"Eh, nona? Kamu kenapa bisa ada di sini? Ini tempat yang tidak boleh dimasukin sembarangan orang!" seru petugas itu tidak tidak membentak sedikit pun. Hanya saja, nadanya sedikit tajam membuat Dianthus jadi kaku.

"Hmmm, saya pemilik rumah dan ingin mengambil beberapa pakaian serta barang yang saya dan anggota keluarga saya di rumah sakit butuhkan. Jadi, saya datang ke sini. Saya juga datang bersama pak polisi yang lain, jika Anda semua tidak percaya bisa bertanya pada beliau." jelas Dianthus tanpa menutupi apa-apa.

Beberapa petugas yang ada di sana langsung berhenti waspada pada Dianthus.

"Ouh, Anda anak atau keponakan dari perempuan yang kena kdrt ya?" tanya salah satu petugas yang seakan mewakili pertanyaan petugas yang lain juga.

"Iya, saya keponakannya. Sementara yang menjaga beliau adalah anaknya sekaligus sepupu saya," jawab Dianthus ramah.

"Kalau begitu, silahkan ambil pakaian dan barang Anda, nona. Maaf sudah menahan katena berpikiran buruk tentang Anda tadi. Saya mewakili semuanya untuk minta maaf karena mewaspadai Anda,"

"Iya pak, tidak masalah."

Setelah itu, Dianthus segera masuk ke kamarnya karena kamarnya yang paling dekat. Setelah masuk, Dianthus segera mengambil koper yang ada di bawah kasurnya. Lalu dia membuka lemari dan memasukkan beberapa pakaiannya. Dianthus mendekat ke meja riasnya dan memasukkan semua perlengkapan makeupnya, lalu tangannya juga memasukkan changer ponsel ke dalam sebuah tas kecil. Setelah selesai, Dianthus membawa koper kecil dan tas kecil itu keluar dari kamarnya.

Lalu Dianthus masuk ke kamar sepupunya Rosa untuk mengambil pakaian Rosa yang cukup banyak dan dimasukkan ke koper Rosa yang juga diletakkan di bawah kasur seperti dirinya. Dianthus juga memasukkan beberapa makeup milik Rosa ke dalam tas kecil, yang memang digunakan Rosa untuk tempat dia membawa makeupnya.

Lihat selengkapnya