Dianthus: Kesempatan Kedua

Azalea Rhododendron
Chapter #21

Cerita

Di dalam mobil, Dianthus menatap ke luar jendela mobil. Di jok belakang ada dua tas plastik berisikan nasi dan lauk pauk yang disiapkan oleh ibu Ezra untuk Dianthus.

Keheningan menyelimuti dua anak manusia yang tenggelam dalam pikiran mereka masing-masing.

Waktu berlalu cukup lama sampai mobil berhenti di Rumah Sakit Abadi Jaya. Ezra dengan cepat melepaskan sabuk pengaman dan mematikan mesin mobil.

Dianthus ingin melepaskan sabuk pengaman, tapi tangan Ezra lebih dulu melepaskan sabuk pengaman milik Dianthus. Kedua anak manusia itu saling bertatapan cukup lama, hingga Dianthus yang lebih dulu mengalihkan tatapannya ke depan.

"Terima kasih atas bantuannya, Ezra. Membantuku dari mantanku, bantuan tante untuk pakaian yang kugunakan ini dan bantuan untuk diantar ke sini." ucap Dianthus.

Lalu dia menoleh pada Ezra yang masih fokus menatap dirinya.

Senyuman Dianthus muncul. "Terima kasih banyak,"

"Sama-sama." jawab Ezra dengan suara dalamnya.

Dia menoleh ke jok belakang dan mengambil dua tas berisi makanan yang telah disiapkan oleh ibunya. Tas itu berpindah tangan ke Dianthus.

"Bagaiman aku mengembalikan kotak-kotak bekal ini?" tanya Dianthus sambil menatap kotak-kotak bekal yang ada di dalam tas itu.

"Kalau memang jodoh, kita akan bertemu lagi." ucap Ezra kalem membuat Dianthus reflek menoleh padanya karena terkejut.

"Ma-maksudku untuk mengembalikan kotak-kotak bekal itu. Selama masih belum bertemu, ya simpan saja dan gunakan sesuka hatimu. Ibu tidak keberatan karena dia punya banyak kotak bekal yang dia simpan di lemari." jelas Ezra sambil menatap Dianthus dengan wajah tenangnya.

"Baiklah. Sampai bertemu lagi." ucap Dianthus. Ezra menganggukkan kepalanya.

Dianthus membuka mobil dan menutupnya. Dia menunggu sampai mobil itu bergerak.

Tapi yang ada justru kaca mobil dibuka oleh Ezra sambil berkata.

"Masuklah lebih dulu, baru saya akan pergi!"

Dianthus menggelengkan kepalanya. "Tidak, Anda yang pergi dulu baru saya masuk ke rumah sakit."

"Kamu yang masuk lebih dulu, cepat!"

Dianthus cemberut mendengar perintah Ezra, dia langsung berbalik dan berjalan meninggalkan mobil itu.

Begitu masuk ke dalam rumah sakit, Dianthus berhenti dulu dan menoleh ke sekitar.

Dia tidak tahu tantenya sekarang berada di kamar bagian mana? Karena pastinya tantenya itu telah keluar dari ruang pemeriksaan. Jadi Dianthus berjalan menuju meja administrasi.

"Maaf, Mbak perawat. Saya boleh bertanya?"

Perawat itu mengangkat kepalanya pada Dianthus. Dia bukan perawat yang membantu Dianthus mengisi administrasi.

"Ya, Mbak? Silahkan,"

"Pasien atas nama Bu Dayanti. Dia berada di kamar mana ya?" tanya Dianthus. Seingatnya dia itu memberikan kamar VIP, tapi tidak tahu letaknya di mana.

Lihat selengkapnya